BENGKULU — Riset harian FAC Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed pada perdagangan hari ini, dengan peluang profit taking setelah indeks naik beberapa hari terakhir. Indeks ditutup menguat 59,54 poin atau 1,12% ke level 5.387,91 pada perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar juga menantikan rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia periode September 2026.
FAC Sekuritas menyebut ruang koreksi teknikal terbuka setelah IHSG mencatat kenaikan beruntun. Selain itu, investor akan mencermati data uang beredar yang dijadwalkan rilis hari ini sebagai petunjuk arah likuiditas domestik.
Penguatan indeks pada perdagangan sebelumnya ditopang oleh reaksi pasar terhadap langkah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%. Otoritas moneter juga menaikkan suku bunga Deposit Facility guna menopang stabilitas rupiah.
Kebijakan lain yang diapresiasi pasar adalah rencana penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) yang berpotensi menyuntik likuiditas perbankan sekitar Rp190 triliun. Tambahan likuiditas tersebut dinilai memberi ruang ekspansi kredit yang lebih luas bagi industri perbankan.
Sentimen kebijakan moneter mendorong penguatan saham perbankan pelat merah. FAC Sekuritas mencatat BMRI, BBNI, dan BBRI menjadi motor utama kenaikan IHSG.
Penguatan indeks juga dibantu oleh saham-saham di sektor energi dan material dasar yang ikut mencetak kenaikan pada sesi tersebut.
Berbeda dengan bursa domestik, mayoritas indeks utama Amerika Serikat ditutup melemah. DJIA hanya naik tipis 0,02%, sementara S&P 500 turun 1,21% dan Nasdaq anjlok 2,60%.
Tekanan datang dari aksi jual saham teknologi menyusul kinerja emiten yang belum memenuhi ekspektasi. Kekhawatiran terhadap valuasi dan pembiayaan investasi kecerdasan artifisial (AI) turut memperparah pelemahan, seiring berlanjutnya rotasi dana keluar dari saham semikonduktor.
Saham Meta tercatat anjlok 7% meski pendapatan dan labanya naik. Pemicunya adalah rencana perseroan menambah belanja modal untuk infrastruktur AI, yang memunculkan kekhawatiran investor soal kebutuhan pendanaan dan risiko utang yang membesar.
Tekanan juga menyebar ke saham teknologi berkapitalisasi besar menjelang rilis laporan keuangan Alphabet, Microsoft, dan Amazon pekan depan.
"Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan adanya ruang terjadi profit taking pasca kenaikan beberapa hari terakhir. Investor hari ini akan mencermati rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia (September 2026)," sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (23/10).
Bagi pelaku pasar, kombinasi sentimen domestik yang positif dan pelemahan bursa AS menciptakan tarik-menarik arah indeks. Sektor perbankan masih berpeluang menjadi penopang selama ekspektasi likuiditas dari penurunan GWM belum berubah.