SELUMA — Rapat pimpinan TEPRA kali ini dipimpin langsung Sekda Seluma Deddy Ramdhani, didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Seluma, jajaran Inspektorat, serta Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Seluma. Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat, dan lurah se-Kabupaten Seluma hadir lengkap dalam forum tersebut.
Deddy menegaskan bahwa forum TEPRA bukan sekadar agenda seremonial rutin. Menurutnya, forum ini berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana realisasi anggaran berjalan di setiap unit kerja.
"Kita harus bergerak cepat, memastikan seluruh program berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Evaluasi berkala seperti ini penting untuk mengetahui hambatan dan mencari solusi secara bersama," ujarnya.
Sekda menginstruksikan setiap pimpinan OPD, camat, hingga lurah untuk benar-benar mengawal program kerja di unitnya masing-masing. Orientasi utamanya, kata dia, adalah kepentingan masyarakat.
"Saya meminta kepada seluruh Kepala OPD, Camat, dan Lurah untuk mengawal ketat program kerja masing-masing. Program kegiatan lebih diprioritaskan kepada masyarakat dan fokuskan energi kita pada peningkatan pelayanan publik," tambahnya.
Deddy juga meminta jajarannya bekerja secara cerdas dan ikhlas. Tujuannya agar setiap program pembangunan bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh warga.
Selain soal realisasi anggaran, Sekda menyoroti pentingnya keterbukaan informasi. Seluruh OPD diminta aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana diseminasi informasi pembangunan kepada publik.
Langkah ini dinilai penting agar masyarakat Seluma bisa memantau langsung progres program yang dijalankan pemerintah daerah.
Rapat dilanjutkan dengan pemaparan capaian realisasi anggaran oleh Bagian Administrasi Pembangunan Setda Seluma. Setelah pemaparan, forum membuka sesi dialog dan tanya jawab.
Dalam sesi itu, OPD, camat, dan lurah menyampaikan progres kegiatan sekaligus kendala yang dihadapi di lapangan. Forum TEPRA Triwulan II 2026 menjadi wadah bagi setiap unit kerja untuk mencari solusi bersama atas hambatan yang muncul selama pelaksanaan program.