Abrasi Ancam Rumah Warga dan Tiang Listrik di Bengkulu Selatan, Dua Ekskavator Dikerahkan untuk Pengalihan Arus Sungai

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 22 Juni 2026 | 13:59:02 WIB
Dua ekskavator dikerahkan untuk pengerukan dan normalisasi alur sungai di Desa Maras, Bengkulu Selatan.

BENGKULU SELATAN — Penanganan darurat abrasi di Desa Maras terus diintensifkan setelah kikisan air sungai mencapai titik kritis. Dua unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan pengerukan dan normalisasi alur sungai, memindahkan tekanan arus yang selama ini langsung menghantam tebing jalan desa.

Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, bersama jajaran BPBD turun langsung ke lokasi untuk memantau titik koordinat bencana. Langkah ini merupakan respons cepat setelah abrasi mengancam permukiman warga dan infrastruktur vital di kawasan tersebut.

Apa Dampak Abrasi bagi Warga Desa Maras?

Dampak abrasi di desa ini tidak bisa disepelekan. Jika terlambat dimitigasi, perubahan arus sungai tidak hanya akan memutus akses transportasi darat warga, tetapi juga memicu pergeseran struktur tanah di beberapa titik hilir. Kondisi tanah di sejumlah titik kini mulai labil, mengancam kestabilan Bendungan Air Nipis di bagian hilir.

Selain badan jalan, jaringan tiang listrik dan rumah warga yang berada di tepian sungai menjadi yang paling terancam. Tim reaksi cepat dari BPBD Bengkulu Selatan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII disiagakan di lokasi untuk melakukan monitoring berkala terhadap fluktuasi debit air sungai selama proses pengerjaan berlangsung.

Strategi Penanganan: Pengalihan Arus Sungai

Strategi penanganan saat ini difokuskan pada pengerukan dan normalisasi alur sungai. Dua unit alat berat jenis ekskavator siaga penuh di lokasi untuk membelah bentangan sungai dan membuka jalur aliran baru. Langkah ini dilakukan untuk memindahkan tekanan arus yang selama ini menghantam tebing jalan desa.

Bupati Rifai menegaskan bahwa pengerahan alat berat dan pengalihan arus sungai yang dibantu oleh BWS Sumatera VII ini merupakan penanganan taktis sementara. “Fokus kita sekarang adalah mencegah agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga,” ujar Rifai Tajuddin.

Kapan Pembangunan Pengaman Tebing Permanen Direalisasikan?

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Bengkulu Selatan telah melayangkan usulan resmi ke pemerintah pusat. Usulan tersebut mencakup pembangunan struktur pengaman tebing permanen berbahan beton untuk memperkokoh bantaran sungai dari risiko erosi tahunan.

Sembari menunggu realisasi pembangunan fisik permanen dari pemerintah pusat, pemerintah daerah memastikan akan terus hadir di lapangan. “Pemerintah akan terus hadir di lapangan dan memastikan penanganan dilakukan sampai kondisi benar-benar aman bagi masyarakat,” tutup Rifai.

Apakah ada korban jiwa dalam bencana abrasi ini?

Berdasarkan laporan dari pihak BPBD Bengkulu Selatan, tidak disebutkan adanya korban jiwa dalam peristiwa abrasi di Desa Maras ini. Fokus utama saat ini adalah pada upaya penyelamatan darurat infrastruktur dan permukiman warga yang terancam.

Siapa yang bertanggung jawab atas penanganan abrasi di Desa Maras?

Penanganan abrasi dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, BPBD, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII. Bupati Rifai Tajuddin langsung memimpin pemantauan di titik koordinat bencana untuk memastikan langkah penyelamatan berjalan efektif.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top