BENGKULU — Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Lampung, Heru Purwoko, mengonfirmasi seluruh penerima bantuan di 2025 sudah tersambung listrik. "Pada 2025 program BPBL berhasil dituntaskan dengan menyentuh 10.830 rumah tangga di Provinsi Lampung," kata Heru di Bandarlampung, Minggu.
Bantuan yang diberikan bukan sekadar sambungan baru. Pemerintah melalui APBN Kementerian ESDM menanggung seluruh biaya penyambungan, instalasi listrik di dalam rumah, sertifikat laik operasi (SLO), hingga token listrik perdana bagi setiap keluarga penerima.
Heru menjelaskan, program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat dan PLN untuk memperluas akses energi. Dengan adanya aliran listrik, aktivitas warga diharapkan lebih produktif. "Masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan," ujarnya.
Bagi rumah tangga yang sebelumnya gelap gulita, kehadiran listrik mengubah banyak hal. Anak-anak bisa belajar di malam hari, usaha mikro rumahan seperti warung atau jahit bisa beroperasi lebih lama, dan akses informasi terbuka lebar. PLN menekankan bahwa listrik adalah infrastruktur dasar yang mendorong roda ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Keberhasilan di 2025 mendorong peningkatan usulan untuk tahun berikutnya. Berdasarkan data yang dihimpun PLN, sebanyak 30.669 rumah tangga di Lampung telah diusulkan untuk menerima program BPBL pada 2026. Angka ini hampir tiga kali lipat dari realisasi tahun ini.
"Kami bersyukur pelaksanaan BPBL 2025 telah terselesaikan 100 persen dan siap mendukung percepatan penyambungan bagi penerima manfaat BPBL 2026," kata Heru. PLN UID Lampung kini bersiap untuk menyambungkan listrik bagi puluhan ribu keluarga baru yang menunggu giliran.