RS M. Yunus Bengkulu Gandeng RSCM Jakarta untuk Pembenahan Total, dari Keuangan hingga Alur Pasien

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 14:14:59 WIB
Tim RSCM Jakarta dan RS M. Yunus Bengkulu bersama-sama melakukan bimbingan teknis pembenahan tata kelola rumah sakit.

BENGKULU — RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta resmi menjadi mitra pendamping Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) Bengkulu dalam pembenahan tata kelola rumah sakit secara menyeluruh. Kerja sama ini ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) tata kelola rumah sakit di Two K Azana Style Hotel Bengkulu, Kamis (21/5/2026).

Tim RSCM dipimpin langsung oleh Direktur Keuangan dan Barang Milik Negara, Ir. Tardi, bersama jajaran tim ahli. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman, manajemen rumah sakit, serta tenaga kesehatan di lingkungan RS M. Yunus.

Bukan Sekadar Saran di Atas Kertas

Direktur RS M. Yunus Bengkulu, dr. Hery Kurniawan, menegaskan pembenahan ini tidak boleh berhenti pada rekomendasi semata. Ia mendorong agar setiap masukan dari RSCM segera diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam sistem kerja rumah sakit.

"Kami membutuhkan masukan, pengalaman, dan contoh tata kelola yang baik. RSCM tentu sudah melalui banyak tantangan dan kami meyakini mereka dapat menjadi mentor terbaik bagi RS M. Yunus dalam melakukan pembenahan," ujar Hery.

Ia menjelaskan, berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik akan dibahas dalam bimtek tersebut. Mulai dari tata kelola keuangan dan sistem klaim, pelayanan medis dan farmasi, pengelolaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), pengadaan barang dan jasa, hingga pengaturan alur pelayanan pasien.

Tiga Sektor yang Disorot Pemerintah Provinsi

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menekankan bahwa pembenahan RSMY menjadi prioritas Pemprov Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ia menyoroti tiga sektor yang memerlukan perhatian serius: pengelolaan keuangan rumah sakit, sistem distribusi obat dan BMHP, serta pelayanan rujukan pasien.

"Jangan sampai kegiatan ini hanya menghasilkan saran atau rekomendasi di atas kertas. Harus ada rencana kerja nyata yang langsung dapat dilaksanakan dan memberi perubahan," tegas Herwan.

Menurutnya, seluruh persoalan tersebut harus dikaji secara menyeluruh agar akar masalah dapat ditemukan dan solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran. Ia berharap pendampingan dari RSCM dapat menjadi katalis perubahan bagi RSMY yang selama ini menjadi rumah sakit rujukan utama di Provinsi Bengkulu.

Apa yang Berubah untuk Pasien?

Hery Kurniawan menambahkan, tata kelola rumah sakit yang baik tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Alur pelayanan pasien yang lebih efisien dan sistem distribusi obat yang lebih akurat menjadi target utama pembenahan tahap awal.

Dengan pendampingan dari rumah sakit nasional yang telah memiliki pengalaman panjang, RSMY menargetkan perubahan signifikan dalam sistem pelayanan dalam waktu dekat. Pembenahan ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di Bengkulu.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bengkuluekspress.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top