BENGKULU — Angka itu menjadi lompatan terbesar yang pernah tercatat sejak data pertama kali dihimpun pada Maret 2010. Dalam satu kuartal, sektor ini bertambah 31,87 miliar rupiah, menandai percepatan pemulihan pasca-pandemi yang mulai terlihat sejak awal 2024.
Melampaui Rata-rata Pertumbuhan Historis
Pertumbuhan 11,78 persen pada kuartal II 2025 jauh di atas rata-rata historis yang hanya 1,97 persen per kuartal. Dalam lima kuartal terakhir, rata-rata pertumbuhan bahkan mencapai 4,15 persen per kuartal, dua kali lipat lebih tinggi dari rata-rata tiga kuartal terakhir yang sebesar 3,72 persen.
Sepanjang 62 periode pencatatan, sektor ini hanya mengalami penurunan sebanyak tujuh kali. Anomali terparah terjadi pada kuartal II 2020 saat pandemi, ketika nilainya merosot 10,17 miliar rupiah atau turun 4,9 persen. Setelah itu, pemulihan berlangsung lambat hingga awal 2022.
Peringkat Nasional Bengkulu Naik Satu Posisi
Kinerja positif ini mendorong peringkat Bengkulu di tingkat nasional naik dari posisi 26 ke 25 sejak kuartal IV 2023 dan bertahan hingga kuartal II 2025. Di Pulau Sumatera, Bengkulu konsisten berada di urutan ke-10.
Meski begitu, nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum Bengkulu masih sekitar 62 persen dari Kepulauan Bangka Belitung yang mencatat 483,25 miliar rupiah. Kepulauan Bangka Belitung sendiri berada di peringkat 9 Sumatera dan 22 nasional.
Lebih Besar dari Gorontalo dan Sulawesi Tengah, Kalah dari NTB
Dibandingkan provinsi lain, Bengkulu unggul atas Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Namun masih di bawah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencatat 467,74 miliar rupiah—hanya terpaut tipis—dan Kalimantan Utara.
Menariknya, pertumbuhan Bengkulu pada kuartal terakhir justru lebih tinggi dari seluruh lima provinsi pembanding. NTB mencatat pertumbuhan tertinggi di antara pembanding dengan 17,83 persen, disusul Bengkulu dengan 11,78 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung dengan 11,59 persen.
Tren Kenaikan Linear 15 Tahun Tak Terputus
Sepanjang 15 tahun pencatatan, sektor ini tidak pernah mengalami stagnasi. Setiap kuartal selalu mencatat perubahan—naik atau sedikit turun—tanpa periode datar. Setelah 2023, akselerasi pertumbuhan meningkat signifikan dengan rata-rata di atas 7 persen per kuartal sejak pertengahan 2024.
Data ini menunjukkan bahwa sektor akomodasi dan makan minum Bengkulu telah pulih total pasca-pandemi dan memasuki fase ekspansi yang konsisten. Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendorong investasi di sektor pariwisata dan kuliner lokal.