BENGKULU — Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu resmi mengajukan permohonan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas ke Kementerian Sosial RI. Total usulan mencapai 231 unit yang terdiri dari enam jenis alat. Kursi roda menjadi kebutuhan paling mendesak.
Kepala Bidang Fakir Miskin Dinsos Provinsi Bengkulu, Bukhari, menyatakan pengajuan ini merupakan respons terhadap permintaan masyarakat yang terus mengalir. “Sesuai usulan skala prioritas dari para penyandang disabilitas, total usulan mencapai 231 unit alat bantu kesehatan bagi kaum difabel,” ujarnya.
Dari total usulan, kursi roda menjadi kebutuhan paling mendesak dengan 80 unit. Disusul alat bantu dengar sebanyak 40 unit, dan tongkat ketiak sebanyak 36 unit.
Dinsos juga mengusulkan 34 unit tongkat piramid, 25 unit walker, serta 16 unit tongkat tuna netra sendor. Seluruh alat ini diharapkan menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari penyandang disabilitas di Bengkulu.
Bukhari menegaskan, meskipun permintaan warga tinggi, pemerintah daerah tak mampu mengakomodasi seluruhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Secara ketersediaan anggaran, kita dipastikan tak mampu mengakomodir permintaan masyarakat. Maka dari itu, kita menyampaikan usulan kepada kementerian,” jelas Bukhari.
Langkah ini menjadi strategi Dinsos untuk menjalankan program bantuan sosial bagi rakyat, sejalan dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu. Dalam beberapa tahun terakhir, Dinsos telah menyalurkan ratusan unit alat bantu serupa, termasuk alat bantu dengar, kursi roda, dan tongkat piramid.
Pada tahun ini, Dinsos kembali menyalurkan bantuan alat bantu dengan sasaran prioritas keluarga tidak mampu. “Dalam penyalurannya, kita mengutamakan masyarakat dari keluarga tidak atau kurang mampu. Sehingga bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran,” tambah Bukhari.
Dengan usulan ke Kemensos, kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas di Bengkulu diharapkan segera terpenuhi, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses alat tersebut secara mandiri.