DLH Kota Bengkulu Optimalkan Bank Sampah di Setiap RW, Saldo Tabungan Bisa Bayar PBB dan Tagihan Listrik

Penulis: Ricki Manurung  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 12:41:28 WIB
Bank sampah di setiap RW Kota Bengkulu aktif mengelola sampah anorganik menjadi saldo tabungan warga.

BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu memastikan bank sampah telah beroperasi di setiap Rukun Warga (RW). Melalui sistem ini, warga yang aktif memilah sampah anorganik seperti plastik, botol bekas, dan kertas dari rumah dapat mengumpulkan saldo tabungan yang nilainya setara rupiah.

Tabungan Sampah untuk Bayar Pajak dan Listrik

Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, menjelaskan bahwa mekanisme konversi tabungan tersebut sudah berjalan. Warga cukup menyetorkan sampah yang telah dipilah ke bank sampah di RW masing-masing untuk ditimbang dan dicatat sebagai saldo.

“Melalui program bank sampah ini, masyarakat tidak hanya membantu menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi. Saldo tabungan dari sampah yang disetor dapat digunakan untuk pembayaran PBB maupun tagihan listrik,” ujar Anshar.

Mengubah Cara Pandang terhadap Sampah

Anshar menambahkan, program ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ia optimistis keberadaan bank sampah di tingkat RW mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah yang selama ini dianggap sebagai barang buangan.

“Kami berharap masyarakat semakin aktif menjadi nasabah. Selain mengurangi volume sampah di hulu, program ini terbukti nyata dapat membantu meringankan beban pengeluaran bulanan warga,” tambahnya.

Mekanisme Setoran Sampah Anorganik

Warga diimbau untuk memilah sampah anorganik secara rutin dari rumah. Sampah seperti botol plastik, kardus, dan kertas bekas kemudian dibawa ke bank sampah per RW untuk dikonversikan menjadi nilai tabungan.

Dengan sistem ini, DLH Kota Bengkulu berharap pengelolaan kebersihan di Kota Bengkulu dapat berjalan lebih optimal. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA, terutama dari limbah rumah tangga yang mendominasi volume sampah perkotaan.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top