LEBONG — Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Lebong mulai membuahkan hasil nyata pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada 18 Mei 2026. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lebong dari Fraksi Partai NasDem, Alpi Haryono, bersama Bupati Lebong H. Azhari, terus bergerak cepat menjemput bantuan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Alpi Haryono mendatangi Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu, Erna Sari Dewi, untuk memperjuangkan alokasi dana aspirasi bagi Kabupaten Lebong. Fokus utama penanganan adalah pembangunan kembali jembatan di Pelabuhan Talang Liak dan jalan yang putus di Desa Talang Ratau.
“Beliau melihat langsung sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan, seperti jembatan di Pelabuhan Talang Liak serta jalan yang putus di Desa Talang Ratau,” ujar Alpi.
Tak hanya menggalang dana, Erna Sari Dewi juga menggandeng Balai Wilayah Sungai Sumatera VII (BWSS VII) untuk turun langsung ke lapangan. Hasilnya, alat berat dan armada dikerahkan untuk mempercepat pemulihan akses jalan yang sempat terputus.
“Bunda Erna Sari Dewi sering menyampaikan bahwa keberadaannya di Senayan harus bisa dioptimalkan untuk kepentingan Provinsi Bengkulu. Karena itu, kami meminta pihak eksekutif untuk bergerak cepat menjemput peluang bantuan, jangan menunggu apalagi menunda,” jelas Alpi.
BWSS VII juga menyalurkan bantuan sembako, air bersih, dan obat-obatan kepada warga terdampak. Alpi menyampaikan apresiasi atas respons cepat lembaga tersebut.
Saat meninjau lokasi banjir, Erna Sari Dewi menegaskan bahwa penanganan bencana alam tidak boleh terhambat oleh sekat-sekat birokrasi. Menurutnya, semangat kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.
“Inilah yang saya pegang sehingga saya menginisiasi mitra-mitra kerja di Komisi V DPR RI agar turut membantu penanganan bencana banjir di Lebong,” tegas Erna.
Ia meyakini komitmen kuat anggota dewan dari Senayan akan mempercepat proses pemulihan. Alpi pun optimistis bahwa langkah kolaboratif ini akan membawa hasil positif bagi masyarakat Lebong yang tengah berjuang bangkit dari bencana.