TUBAN — Rangkaian persiapan panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kian matang. Polri bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat menyambut rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di lokasi panen yang berlokasi di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak.
Kabupaten Tuban dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Jawa Timur. Pada tahun ini, sekitar 629 hektare lahan jagung di wilayah tersebut memasuki masa panen. Besarnya produksi menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung strategis untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 15,64 juta ton. Capaian ini menghasilkan surplus sekitar 470 ribu ton jagung.
Pemerintah menargetkan produksi nasional meningkat menjadi 18 juta ton pada tahun 2026. Panen raya serentak di Tuban menjadi bagian dari upaya mencapai target tersebut.
Asisten Kapolri Bidang SDM sekaligus Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Pol Anwar, mengatakan bahwa kehadiran Presiden menjadi motivasi besar bagi para petani. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pangan tidak bisa dicapai tanpa kerja sama semua pihak.
“Polri bersama petani jagung di Tuban menyambut penuh semangat rencana kehadiran Presiden RI. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional,” kata Irjen Pol Anwar.
Polri, menurutnya, terus mendampingi petani mulai dari distribusi bibit unggul, pupuk, alat pertanian, hingga penguatan kelompok tani di daerah. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Selain menghadiri panen raya, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau berbagai stand inovasi ketahanan pangan milik Polri. Beberapa inovasi yang akan dipamerkan antara lain pupuk presisi berbahan batu bara, benih jagung Bhayangkara, gudang ketahanan pangan, hingga produk olahan dari bonggol jagung.
Agenda lain yang menanti Presiden adalah penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan pembiayaan pertanian. Selain itu, akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri untuk mendukung program gizi masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan bakti kesehatan dan Gerakan Pangan Murah Polri untuk masyarakat sekitar.
“Kalau petani kuat dan hasil panen meningkat, maka Indonesia akan semakin siap mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan,” ujar Irjen Pol Anwar.