REJANG LEBONG — Santunan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu H. Yulkamra, didampingi Wakil Ketua IV H. Adi Sukmono dan anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Curup Utara–Bermani Ulu, Titin Sumarni. Rombongan diterima keluarga korban, Kepala Desa Tebat Tenong Dalam Samsul Ahmadi, perangkat desa, serta warga setempat.
Kebakaran terjadi pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Dua rumah warga mengalami kerusakan berat: bangunan milik Batul (75) habis dilalap api, sementara rumah Madin (70) terbakar sekitar setengah bagian.
Korban Jiwa dan Kerugian Material
Musibah itu tidak hanya menghilangkan tempat tinggal. Istri Batul, Utima (71), meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Keluarga korban kini kehilangan anggota keluarga sekaligus rumah yang mereka tinggali.
Bantuan dari BAZNAS dibagi dalam dua komponen per keluarga. Sebanyak Rp17,5 juta dialokasikan untuk kebutuhan bangunan atau bahan material rumah, sedangkan Rp2,5 juta untuk biaya upah tenaga tukang.
Dana Zakat ASN dan Muzaki Bengkulu
Yulkamra menyebut santunan itu merupakan amanah dari aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu serta para muzaki yang mempercayakan penyaluran zakat melalui BAZNAS. Ia juga menyampaikan salam Gubernur Bengkulu yang belum dapat hadir langsung.
"Kami hadir untuk meringankan beban keluarga korban. Semoga bantuan ini bisa membantu mereka kembali membangun rumahnya," ujar Yulkamra saat menyerahkan santunan.
Ia menegaskan dana zakat yang dihimpun harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi sulit.
Respons Pemerintah Desa
Kepala Desa Tebat Tenong Dalam Samsul Ahmadi menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bengkulu, Ketua BAZNAS beserta jajaran, dan masyarakat yang menunjukkan kepedulian. Menurutnya, dukungan itu sangat berarti bagi keluarga korban setelah musibah yang menyebabkan dua rumah rusak dan satu warga meninggal.
"Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami untuk bangkit kembali. Semoga segala kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda," ungkap Samsul.
Penyaluran santunan ini memperlihatkan peran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial. Dana yang dipercayakan muzaki kembali ke masyarakat dalam bentuk bantuan nyata saat menghadapi persoalan kemanusiaan.
Bagi keluarga Batul dan Madin, bantuan tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga bukti bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri. Dukungan pemerintah, BAZNAS, dan warga diharapkan mempercepat pemulihan kondisi keluarga korban.