BENGKULU — Seluruh kelompok pengeluaran di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan indeks harga dibandingkan Oktober 2025. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan terbesar 5,14 persen, disusul transportasi 5,13 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,04 persen.
Plt. Kepala BPS Provinsi Bengkulu Sahranudin menyebut inflasi tahunan itu dipengaruhi kenaikan harga pada semua komponen penghitungan. "Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau," ujarnya.
Mukomuko Melampaui Rata-rata Provinsi
Kabupaten Mukomuko mencatat IHK 114,00 dengan inflasi 5,00 persen, sekitar 1,28 poin persen di atas angka provinsi. Kota Bengkulu bergerak lebih landai dengan IHK 111,90 dan inflasi 3,29 persen.
Selisih itu membuat Mukomuko menjadi satu-satunya wilayah yang menembus batas 5 persen di provinsi tersebut.
Rekreasi dan Restoran Ikut Naik
Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 4,61 persen. Penyediaan makanan dan minuman atau restoran menyusul 3,94 persen, lalu perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,78 persen.
Kenaikan lebih kecil terjadi pada pakaian dan alas kaki 1,70 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,67 persen, serta pendidikan 1,22 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 1,15 persen. Kesehatan menjadi kelompok dengan kenaikan paling tipis, 0,36 persen.
Inflasi Bulanan 0,51 Persen
Secara bulanan, Bengkulu mengalami inflasi 0,51 persen pada Oktober 2026 dibandingkan September. Inflasi tahun kalender hingga Oktober tercatat 3,23 persen.
Angka tahunan 3,72 persen menempatkan Bengkulu di atas sasaran inflasi nasional yang lazim dijaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen. BPS provinsi belum merinci komoditas penyumbang utama di tingkat kabupaten dan kota.