BENGKULU — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang mulai berlaku Desember 2026, dengan sejumlah nama kereta api jarak jauh berubah. Perubahan itu diklaim memudahkan penumpang mengenali relasi perjalanan, meski delapan layanan tetap memakai nama lama dan tidak berganti rute.
Perubahan nama kereta api jarak jauh pada Gapeka 2026 menjadi bagian dari upaya KAI menyederhanakan identitas layanan. Perusahaan pelat merah itu menilai nama yang lebih ringkas membuat penumpang lebih cepat mencari, memilih, dan memastikan perjalanan yang akan dipakai. Rute yang dilayani sejumlah kereta juga tidak mengalami perubahan.
Delapan Kereta Tetap Pakai Nama Lama
Sejumlah layanan jarak jauh dipastikan tidak berganti nama pada Gapeka 2026. Argo Dwipangga tetap melayani relasi Gambir–Solo Balapan pulang-pergi, begitu pula Argo Lawu pada relasi Solo Balapan–Gambir.
Dua layanan Senja Utama juga tak berubah. Senja Utama Solo tetap menghubungkan Solo Balapan dengan Pasarsenen, sementara Senja Utama YK melayani Yogyakarta–Pasarsenen. Pola serupa berlaku untuk Fajar Utama Solo (Solo Balapan–Pasarsenen) dan Fajar Utama YK (Yogyakarta–Pasarsenen).
Dua nama lain yang bertahan adalah Mutiara Selatan pada relasi Surabaya Gubeng–Bandung dan Manahan pada relasi Solo Balapan–Gambir. Keduanya tetap pulang-pergi tanpa perubahan rute.
Nama Baru Belum Diumumkan
KAI belum merinci nama kereta api yang akan berubah pada Gapeka 2026. Lewat akun media sosial resmi @kai121_, perusahaan menyebut perubahan nama merupakan bagian dari upaya menghadirkan informasi perjalanan yang lebih sederhana dan mudah dikenali.
"Dengan identitas yang lebih ringkas, diharapkan penggan semakin mudah mencari, memilih, dan memastikan perjalanan kereta api yang akan digunakan," tulis KAI dalam keterangan yang dikutip Senin (2/11/2026).
Jadwal dan Stasiun Pemberhentian Ikut Berubah
Selain nama, Gapeka 2026 menyesuaikan jadwal keberangkatan dan pola perjalanan kereta api jarak jauh. Sejumlah relasi mendapat tambahan stasiun pemberhentian.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan penyesuaian itu mengikuti kebutuhan masyarakat. "Melalui GAPEKA 2026, KAI menyesuaikan pola perjalanan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penambahan stasiun pemberhentian pada sejumlah layanan," kata Anne dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 2 November 2026.
Menurut Anne, tambahan titik perhentian memberi pelanggan lebih banyak pilihan naik dan turun di stasiun yang lebih dekat dengan tempat tinggal atau tujuan. KAI juga berharap penambahan itu mendukung mobilitas antarkota dan kawasan aglomerasi, sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi di sekitar stasiun.
Tiket 1 Desember 2026 Sudah Dijual
Menjelang pemberlakuan jadwal baru, KAI sudah membuka pemesanan tiket untuk keberangkatan 1 Desember 2026. Calon penumpang yang membeli tiket periode itu akan langsung mendapat jadwal sesuai Gapeka 2026.
Anne mengimbau pelanggan memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan, tanggal perjalanan, serta stasiun asal dan tujuan melalui Access by KAI. "Pastikan seluruh informasi pada tiket sudah sesuai sebelum berangkat," ujarnya.
Bagi penumpang, Gapeka 2026 berarti dua hal yang perlu dicermati: nama layanan bisa berubah, tetapi rute sejumlah kereta populer tetap sama seperti sebelumnya. KAI baru akan merinci daftar nama baru menjelang pemberlakuan jadwal pada Desember 2026.