ARGAMAKMUR — Kepala Dinas Sosial Bengkulu Utara Agus Sudrajad menyatakan penyaluran kaki palsu menyasar warga yang selama ini kesulitan beraktivitas karena keterbatasan alat bantu. Program dari Kemensos itu menyasar penyandang disabilitas yang belum memiliki prostetik layak.
Agus menyebut bantuan tersebut sejalan dengan prioritas Bupati Bengkulu Utara untuk menghormati dan memperhatikan penyandang disabilitas. Menurut dia, kebutuhan alat bantu masih menjadi persoalan mendasar bagi sejumlah warga di daerah itu.
Lima Penerima Manfaat dari Program Kemensos
Pada penyerahan tahap ini, lima warga Bengkulu Utara menerima kaki palsu dari pemerintah pusat. Agus menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya bantuan tersebut.
"Alhamdulillah, pada kesempatan ini sebanyak 5 orang warga kita mendapatkan bantuan kaki palsu dari pemerintah pusat," tuturnya.
Bantuan disalurkan lewat dua centra milik Kemensos, yakni Centra Darma Bengkulu dan Centra Budi Prakarsa Palembang. Kedua lembaga itu menjadi penghubung antara program pusat dan penerima di tingkat kabupaten.
Indra Kusnadi: Dulu Selalu Tutupi Kaki dengan Celana Panjang
Indra Kusnadi (51), warga Desa Karang Suci, mengaku bersyukur menerima bantuan itu. Pria yang berprofesi sebagai tukang becak motor ini tercatat sebagai penerima manfaat dari kelompok desil 3.
Selama ini Indra selalu memakai celana panjang untuk menutupi kondisi kakinya. Kini ia mengaku lebih percaya diri tampil dengan celana pendek.
"Alhamdulillah, selama ini selalu menggunakan celana panjang, sekarang bisa lebih pede menggunakan celana pendek," ungkap Indra.
Dampak ke Kemandirian dan Aktivitas Sehari-hari
Bantuan kaki palsu dinilai dapat mendorong kemandirian penerima dalam menjalani aktivitas harian, termasuk mencari nafkah. Bagi Indra, yang mengandalkan becak motor sebagai sumber penghasilan, alat bantu itu berpengaruh langsung ke mobilitas kerjanya.
Pemkab Bengkulu Utara menyatakan akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. Sinergi itu menyangkut penjaringan penerima hingga penyaluran bantuan alat bantu.