Pencarian

BRI Raih Empat Penghargaan The Finance, Laba Semester I 2026 Tumbuh 17,5%

Rabu, 28 Oktober 2026 • 12:34:01 WIB
BRI Raih Empat Penghargaan The Finance, Laba Semester I 2026 Tumbuh 17,5%
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menerima The Finance Golden Star Award 2026 dan Top 20 Financial Institution 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).

BENGKULU — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih empat penghargaan dalam Top 20 Financial Institutions Award 2026 yang digelar The Finance di Jakarta pada Kamis (22/10). Penilaian ajang tersebut memakai laporan keuangan tiga periode terakhir, dan BRI keluar sebagai penerima apresiasi untuk kategori bank beraset di atas Rp500 triliun dengan predikat "Sangat Bagus".

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menerima langsung The Finance Golden Star Award 2026 dan Top 20 Financial Institution 2026 di ajang yang diselenggarakan Infobank Media Group tersebut. Selain dua gelar utama itu, BRI membawa pulang dua The Finance Special Award 2026 untuk kategori The Most Active Digital Banking Transactions dan The Most Inclusive Bank in MSME Financing.

Dua Penghargaan Khusus untuk Kanal Digital dan Pembiayaan UMKM

Dua penghargaan khusus menempel pada sisi yang selama ini jadi tulang punggung bisnis BRI. Kategori The Most Active Digital Banking Transactions menilai intensitas transaksi nasabah lewat kanal digital perseroan, sementara The Most Inclusive Bank in MSME Financing mengukur seberapa dalam bank menyentuh pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Penilaian Top 20 Financial Institutions Award 2026 tidak memakai satu indikator tunggal. The Finance mengkaji kinerja masing-masing lembaga keuangan dengan laporan keuangan tiga periode terakhir sebagai bahan utama, sehingga konsistensi kinerja antarperiode ikut menentukan peringkat.

Laba Bersih Rp31,2 Triliun, Kredit Tumbuh 16,2%

Fondasi kinerja yang dinilai itu terlihat pada laporan keuangan semester I 2026. BRI mencatat laba bersih Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen secara tahunan. Penyaluran kredit mencapai Rp1.645,5 triliun atau naik 16,2 persen yoy pada akhir Juni 2026.

Segmen UMKM tetap mendominasi portofolio pembiayaan. Kredit ke segmen tersebut mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6 persen yoy, dan menjadi porsi terbesar dari total kredit perseroan.

Holding Ultra Mikro mencatat layanan kepada sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan hingga Juni 2026. Ekosistem ini juga mendorong 2,3 juta debitur naik kelas ke segmen usaha yang lebih tinggi.

Jejaring Pemberdayaan: 5.700 Desa dan 44 Ribu Klaster Usaha

Di luar pembiayaan, BRI menjalankan sejumlah program pemberdayaan yang menyasar kapasitas dan akses pasar pelaku UMKM. Per Juni 2026, Desa BRILiaN hadir di lebih dari 5.700 desa dan Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Kanal digital linkumkm by BRI menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Rumah BUMN, yang menjadi titik pendampingan usaha kecil, diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham dan Pelaku UMKM

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut pencapaian tersebut membuktikan kemampuan perseroan menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, penghargaan menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi perusahaan.

"Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam menjaga kinerja dan menjawab kebutuhan nasabah. Kami akan terus mempercepat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, aman, dan terintegrasi, sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Hery.

Bagi investor, kombinasi laba bersih yang tumbuh 17,5 persen dan kredit yang naik 16,2 persen memberi gambaran bahwa profitabilitas tidak dikorbankan untuk mengejar ekspansi. Pertumbuhan kredit UMKM yang lebih moderat, 8,6 persen, menunjukkan perseroan tetap selektif di segmen yang paling terpapar tekanan daya beli.

Hery menegaskan UMKM bukan sekadar core business BRI, melainkan fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. "Karena itu, peran BRI tidak berhenti sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, membantu meningkatkan kapasitas dan daya saing, hingga mampu naik kelas. Kami ingin pertumbuhan BRI berjalan beriringan dengan kemajuan UMKM dan ekonomi kerakyatan," tutupnya.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks