BENGKULU — CEO Apple John Ternus menyatakan pengalaman pengguna jadi kompas utama setiap keputusan desain produk, termasuk fitur praktis maupun animasi kecil yang membuat perangkat terasa lebih menyenangkan. Wawancara dengan TIME terbit pekan lalu, sementara versi video dirilis Selasa dengan pembahasan desain lebih dalam. Pendekatan ini juga menyentuh cara Apple merancang iPhone Duo dan fitur berbasis AI.
John Ternus menjelaskan bahwa tim desain Apple tidak bekerja sendiri saat memutuskan sebuah ide masuk ke produk atau tidak. Ia menyebut para desainer dan insinyur saling menilai apakah sebuah keputusan benar-benar membuat produk lebih baik bagi pengguna, sekaligus menyaring gagasan yang hanya berfungsi sebagai pemanis tanpa manfaat.
Prinsip itu tetap memberi ruang bagi detail yang menyenangkan. Ternus mencontohkan animasi yang muncul saat membuka layar dalam iPhone Duo. Menurutnya animasi tersebut tidak punya fungsi teknis, tetapi membuat pengalaman memakai perangkat terasa lebih memuaskan.
"Sometimes you just want a little whimsy," kata Ternus dalam wawancara dengan TIME.
Animasi Tanpa Fungsi Teknis di iPhone Duo
Bagi Ternus, desain yang baik tidak selalu harus punya alasan fungsional. Animasi layar dalam iPhone Duo dipakai untuk memberi kesan bahwa perangkat merespons saat dibuka, bukan sekadar menampilkan transisi visual.
Pendekatan ini menjelaskan mengapa Apple kerap mempertahankan detail kecil yang jarang disadari pengguna. Selama detail itu memperkuat kesan kualitas dan tidak mengganggu alur pemakaian, tim desain membiarkannya tetap ada.
Kids Cue dan Snoopy di Layar Luar
iPhone Duo juga membawa fitur Kids Cue yang menampilkan karakter Peanuts seperti Snoopy di layar luar. Tujuannya praktis: menarik perhatian anak agar melihat ke arah kamera saat difoto.
Ternus menyebut pengembangan iPhone dengan bentuk berbeda memberi tim Apple kesempatan mengeksplorasi ide yang hanya mungkin muncul dari perangkat baru. Fitur seperti Kids Cue lahir dari logika itu, bukan dari daftar spesifikasi.
Desain dan Rekayasa Bekerja Berdampingan
Latar belakang Ternus sebagai insinyur mesin membuatnya terbiasa bekerja berdampingan dengan tim desain industri sejak awal karier di Apple. Ia menilai hubungan itu menjadi salah satu kekuatan perusahaan.
"Design means everything to us," ujarnya, seraya menambahkan bahwa desainer perangkat lunak dan perangkat keras di Apple memahami rekayasa, sementara para insinyur punya apresiasi mendalam terhadap desain.
Kolaborasi semacam ini, menurut Ternus, membuat keputusan desain tidak berhenti pada estetika. Setiap perubahan bentuk, material, atau animasi diuji dari sisi pengalaman pengguna dan kelayakan teknis sekaligus.
Pendekatan Apple ke AI: Terasa, Tanpa Perlu Dipahami
Fokus pada pengalaman juga menentukan arah pengembangan AI di Apple. Ternus mengatakan teknologi ini membuka peluang memperbaiki produk lama dan menciptakan produk baru, tetapi pengguna semestinya cukup merasakan manfaatnya tanpa perlu memahami bahwa AI ada di baliknya.
Ia menyoroti pengalaman personal yang didukung akses ke informasi di ponsel pengguna sebagai salah satu prioritas Apple. Arah ini sejalan dengan fitur-fitur yang memanfaatkan data lokal untuk menyesuaikan layanan, bukan menampilkan label AI secara mencolok.
Prioritas Ternus sebagai CEO Apple
Wawancara ini menyusul laporan awal bulan bahwa Ternus menjadikan desain produk sebagai prioritas utama sejak menjabat CEO pada September. Ia disebut mengunjungi studio desain Apple beberapa kali dalam sepekan.
Di akhir wawancara, Ternus ditanya soal hal yang ingin ia pertahankan sebagai CEO. Ia menjawab bahwa peluang pada produk akan terus berubah dan berkembang seiring teknologi baru, tetapi cara kerja timnya tidak ingin ia ubah.
"The way we work, I don't want that to change," kata Ternus.
Wawancara lengkap TIME juga membahas pembaruan kontrol orang tua Apple, transisi Ternus ke kursi CEO, dan minatnya pada balap motor. Bagi pengguna Indonesia, pernyataan Ternus memberi gambaran arah desain iPhone generasi berikutnya, termasuk perangkat lipat seperti iPhone Duo yang belum dipastikan masuk pasar lokal.