Pencarian

XLSmart: Paket Data Tetap Inti Bisnis, Kuota Rp 100 Ribu Diramal Tak Cukup

Jumat, 16 Oktober 2026 • 15:04:02 WIB
XLSmart: Paket Data Tetap Inti Bisnis, Kuota Rp 100 Ribu Diramal Tak Cukup
XLSmart menegaskan layanan konektivitas tetap menjadi inti bisnis perusahaan di tengah pasar seluler yang jenuh.

BENGKULU — XLSmart menegaskan layanan konektivitas masih menjadi inti bisnis perusahaan di tengah pasar seluler yang makin jenuh. Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys menyebut kuota Rp 100.000 lama-kelamaan tidak akan cukup seiring naiknya konsumsi data 5G dan AI. Perusahaan memperluas jaringan XL Ultra 5G+ ke Yogyakarta dan Solo dengan paket mulai Rp 50.000.

Perusahaan telekomunikasi XLSmart menyatakan bisnis intinya tidak bergeser dari sektor telekomunikasi dan konektivitas. Selain data, layanan SMS masih tercatat sebagai bagian dari core bisnis tersebut. Meski jumlah pelanggan industri dinilai sudah jenuh, nilai belanja pelanggan justru bergerak naik.

Merza Fachys menyampaikan hal itu dalam Media Update Jaringan XLSmart Ultra 5G+ di Solo, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). Ia menilai pertumbuhan pendapatan tidak lagi bertumpu pada penambahan jumlah pengguna, melainkan pada kenaikan kebutuhan kuota tiap pelanggan.

Mengapa Kuota Rp 100 Ribu Diramal Tak Lagi Cukup

Merza menjelaskan, kecepatan jaringan 5G mengubah pola konsumsi konten pelanggan. Tontonan yang dulu beresolusi standar kini bergeser ke 4K, sehingga kuota yang tersedot per sesi ikut membengkak. Ia memproyeksikan kebiasaan itu mendorong pelanggan naik ke paket yang lebih besar secara bertahap.

"Kita hari ini langganan Rp 100.000. Ternyata karena kecepatan 5G, nontonnya sekarang 4K, nggak mau lagi nonton biasa, akibatnya kuotanya lebih banyak. Yang sebelumnya cuma HD biasa. Apalagi nanti ada 8K di Netflix, di Youtube," kata Merza.

Ia memperkirakan pola tersebut menggeser pilihan paket pelanggan dari Rp 100.000 ke Rp 150.000, Rp 200.000, hingga Rp 500.000. Menurutnya, potensi pertumbuhan itu tetap terbuka meski layanan yang dijual pada dasarnya hanya data.

"Kuota Rp 100.000 nggak cukup, maka akan langganan yang Rp 150.000, Rp 200.000, lama-lama Rp 500.000. Berarti apa? Secara layanan memang hanya data, tapi potensi tumbuh itu masih ada dengan 5G," tegasnya.

Faktor lain yang menambah konsumsi data adalah maraknya aplikasi chatbot berbasis kecerdasan buatan. Penggunaan AI yang makin luas membuat trafik data per pengguna ikut terdongkrak.

Jumlah Pelanggan Industri Dinilai Sudah Jenuh

Merza menyebut total pelanggan industri telekomunikasi mencapai lebih dari 300 juta, sementara penduduk Indonesia sekitar 270 juta. Artinya, banyak orang memiliki lebih dari satu nomor aktif. Kondisi itu membuat penambahan pelanggan baru bukan lagi sumber pertumbuhan utama.

Dari sisi pendapatan, tren yang terlihat justru sebaliknya. Belanja pelanggan per bulan cenderung naik seiring kebutuhan internet yang makin besar dan tuntutan kualitas jaringan yang lebih baik.

Paket XL Ultra 5G+ untuk Yogyakarta dan Solo

XLSmart melalui brand XL menghadirkan layanan XL Ultra 5G+ bagi masyarakat Yogyakarta dan Solo. Layanan ini menawarkan kecepatan hingga 500 Mbps dengan pilihan paket prabayar mulai Rp 50.000 hingga Prioritas Ultra 5G+ berkuota unlimited seharga Rp 200.000.

Untuk pelanggan XL prabayar, tersedia beberapa pilihan paket. Paket Rp 50.000 berlaku 7 hari dengan kuota utama 100 GB plus tambahan kuota 5G 100 GB. Paket Rp 100.000 berlaku 28 hari dengan kuota 65 GB. Adapun paket Rp 200.000 berlaku 28 hari dengan kuota utama 400 GB plus tambahan kuota 5G 400 GB.

Sejumlah paket juga dilengkapi bonus telepon, akses Vidio Platinum, pilihan hiburan digital seperti Viu Premium, WeTV VIP, CATCHPLAY+ Premium, dan Disney+, serta roaming internasional di lebih dari sembilan negara. Manfaat tersebut mengikuti ketentuan masing-masing paket. Pada penawaran tertentu, XL Ultra 5G+ turut menyertakan manfaat berbasis AI Google Gemini dan penyimpanan cloud Google Cloud.

Alasan Yogyakarta dan Solo Jadi Kota Sasaran

Direktur & Chief Commercial Officer XLSmart David Arcelus Oses mengatakan setiap pelanggan punya kebutuhan internet yang berbeda. Ada yang mengutamakan fleksibilitas harga dan kuota, ada pula yang membutuhkan akses tanpa batas dengan beragam manfaat premium.

"Bagi XL, Yogyakarta dan Solo merupakan dua kota penting dengan karakteristik pelanggan yang beragam. Yogyakarta memiliki ekosistem pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif yang dinamis, sementara Solo dikenal dengan aktivitas perdagangan, budaya, serta pertumbuhan UMKM," ujar David.

Ia menambahkan, perbedaan karakteristik itu menciptakan kebutuhan layanan digital yang berbeda, tetapi sama-sama menuntut konektivitas andal dengan pilihan paket yang sesuai. Lewat XL Ultra 5G+, perusahaan ingin memperkuat kehadiran XL di kedua kota tersebut.

Perluasan jaringan ke Yogyakarta dan Solo menjadi langkah XLSmart menguji strategi monetisasi di wilayah dengan profil pelanggan campuran, mulai dari pelajar, pelaku UMKM, hingga pekerja kreatif. Bagi pelaku bisnis digital dan investor, pergeseran belanja kuota pelanggan akan menjadi indikator penting seberapa cepat layanan 5G benar-benar mendongkrak pendapatan rata-rata pengguna di pasar Indonesia.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks