BENGKULU — Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, meminta orang tua di Kalimantan Barat tidak menolak imunisasi bagi bayi dan balita. Pemahaman orang tua dinilai jadi kunci utama untuk menaikkan cakupan imunisasi anak di daerah tersebut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya menyoroti masih adanya orang tua yang ragu membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk imunisasi. Wan Iwansyah menegaskan bahwa penolakan terhadap imunisasi bisa berdampak pada menurunnya kekebalan anak terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Imunisasi dasar lengkap menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Sayangnya, keputusan orang tua untuk menolak sering kali muncul dari informasi yang belum tepat.
Mengapa Orang Tua Masih Ragu Imunisasi?
Pemahaman yang kurang tentang manfaat dan keamanan imunisasi menjadi salah satu penyebab utama. Beberapa orang tua terpengaruh informasi yang tidak akurat dari media sosial atau lingkungan sekitar.
Wan Iwansyah menekankan bahwa edukasi kepada orang tua perlu terus dilakukan. Petugas kesehatan di posyandu dan puskesmas diminta aktif memberikan penjelasan langsung kepada ibu dan ayah.
Peran Posyandu dan Puskesmas di Kubu Raya
Fasilitas pelayanan kesehatan di Kubu Raya membuka layanan imunisasi rutin setiap bulan. Orang tua bisa membawa bayi dan balita ke posyandu terdekat tanpa biaya.
Petugas kesehatan siap menjawab pertanyaan orang tua seputar jadwal, jenis vaksin, dan efek samping yang mungkin timbul. Konsultasi langsung membantu meluruskan kekhawatiran yang tidak berdasar.
Jadwal Imunisasi Dasar yang Perlu Ibu Catat
Bayi usia 0-11 bulan memerlukan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal. Mulai dari Hepatitis B, BCG, Polio, DPT, hingga Campak dan Rubella.
Jika jadwal terlewat, orang tua tidak perlu panik. Anak masih bisa melengkapi imunisasi kejar di fasilitas kesehatan dengan panduan petugas.
Dampak Jika Anak Tidak Diimunisasi
Anak yang tidak mendapat imunisasi lebih rentan tertular penyakit menular seperti campak, difteri, dan pertusis. Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.
Kekebalan komunitas juga terbentuk ketika sebagian besar anak di suatu wilayah sudah diimunisasi. Penolakan imunisasi dapat membuka celah penyebaran penyakit bagi anak lain.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jika anak menunjukkan tanda sakit seperti demam tinggi, kejang, atau reaksi alergi berat setelah imunisasi, segera bawa ke dokter. Reaksi ringan seperti demam ringan atau nyeri di bekas suntikan umumnya normal dan akan hilang sendiri.
Orang tua yang ragu sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau bidan sebelum memutuskan menolak imunisasi. Keputusan yang tepat didasari informasi yang benar, bukan ketakutan.
Membawa anak imunisasi tepat waktu adalah bentuk perlindungan paling sederhana yang bisa ibu dan ayah lakukan. Jangan tunda, karena kesehatan anak adalah investasi masa depan.