Pencarian

Carmen Lamba: Budaya Jadi Kekuatan Utama Pariwisata NTT

Senin, 05 Oktober 2026 • 12:34:01 WIB
Carmen Lamba: Budaya Jadi Kekuatan Utama Pariwisata NTT
Putri Pariwisata Indonesia 2026 Carmen Lamba menjadi narasumber dalam program Tamu Malam Pro 2 RRI Kupang, Sabtu (3/10/2026).

BENGKULU — Putri Pariwisata Indonesia 2026 Carmen Lamba menilai budaya dan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur menjadi daya tarik utama pariwisata daerah itu, bukan sekadar keindahan alamnya. Penilaian itu disampaikannya dalam program Tamu Malam Pro 2 RRI Kupang, Sabtu (3/10/2026), dengan menekankan tradisi lokal sebagai pembeda antar destinasi. Carmen juga menyoroti komunitas Titik Nadi yang ia bangun bersama anak muda untuk memperkuat pariwisata berbasis budaya.

Bagi Carmen, keindahan alam bukan satu-satunya alasan orang datang ke NTT. Pengalaman terhadap budaya dan kehidupan masyarakat lokal disebutnya sebagai daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan betah lebih lama.

Mengapa Budaya Disebut Pembeda Destinasi

Carmen menekankan pengembangan pariwisata harus tetap menempatkan masyarakat dan budaya sebagai bagian penting. Jika pembangunan pariwisata mengabaikan karakter masyarakat lokal, daerah tersebut dikhawatirkan kehilangan identitas yang justru menjadi pembeda dengan destinasi lainnya.

"Karena apa yang membuat kita unik? Orang-orang dalam budaya kita. Dan ketika kita mengubah hal-hal tersebut, tentunya hal itu membuat kita tidak ada bedanya dengan daerah lain," ungkap Carmen.

Pernyataan itu menyiratkan satu hal praktis bagi pelancong: pengalaman wisata di NTT tidak lengkap tanpa menyentuh sisi budaya warganya. Tradisi dan ritme kehidupan lokal disebut Carmen sebagai alasan utama wisatawan ingin tahu lebih banyak tentang daerah itu.

Tradisi Joka Ju Nggela dari Ende

Kecintaan Carmen terhadap budaya terlihat dari ceritanya mengenai tradisi Joka ju nggela di Ende. Tradisi itu memiliki makna menolak bala, ungkapan syukur, serta penghormatan terhadap alam.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat memberikan waktu bagi alam untuk beristirahat dari berbagai aktivitas. Praktik semacam ini jarang ditemui di destinasi wisata lain dan menjadi nilai jual tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang otentik.

Komunitas Titik Nadi dan Peran Anak Muda

Upaya Carmen memperkuat pariwisata dan budaya diwujudkan lewat komunitas Titik Nadi. Komunitas itu dibangun bersama anak-anak muda dengan fokus pada pariwisata, budaya, dan pemberdayaan generasi muda.

Tujuannya memberi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenali potensi daerahnya. Bagi wisatawan, keberadaan komunitas semacam ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal NTT dari sisi yang lebih dekat dengan warga, bukan hanya dari balik jendela bus wisata.

Harapan Selama Masa Jabatan

Sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2026, Carmen berharap dapat mengeksplorasi lebih banyak desa dan budaya di NTT maupun daerah lain di Indonesia. Ia ingin masa jabatannya tidak hanya meninggalkan gelar, tetapi juga memberikan dampak, kebaikan, dan inspirasi bagi masyarakat.

Bagi traveler yang sedang merencanakan perjalanan ke NTT, pesan Carmen bisa jadi pertimbangan awal: susun itinerary yang memberi ruang untuk menyapa desa, menyaksikan tradisi, dan berbincang dengan warga. Informasi terkini soal agenda budaya di NTT dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks