Pencarian

Penjualan EV di AS Mulai Bangkit, Harga BBM Jadi Pemicunya

Minggu, 04 Oktober 2026 • 12:33:31 WIB
Penjualan EV di AS Mulai Bangkit, Harga BBM Jadi Pemicunya
Penjualan kendaraan listrik Tesla dan Rivian pada kuartal ketiga 2025 melampaui perkiraan analis.

BENGKULU — Tesla dan Rivian mencatat penjualan kendaraan listrik di atas perkiraan pada kuartal ketiga 2025, sementara Hyundai dan Ford melaporkan dealer meminta tambahan stok EV. Kebangkitan ini terjadi setelah permintaan sempat tertekan akibat pencabutan insentif pajak besar di Amerika Serikat.

Pasar otomotif Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda pemulihan permintaan kendaraan listrik setelah sempat lesu. Laporan Bloomberg menyebutkan Tesla Inc. dan Rivian Automotive Inc. masing-masing membukukan penjualan EV yang melampaui ekspektasi analis untuk periode kuartal ketiga.

Hyundai Motor Co. dan Ford Motor Co. juga melaporkan sinyal serupa. Dealer-dealer di jaringan kedua merek itu mulai meminta tambahan stok kendaraan bertenaga baterai seiring kembalinya pelanggan ke ruang pamer.

Tekanan Harga BBM dan Faktor Geopolitik

Randy Parker, CEO bisnis Hyundai di Amerika Utara, menyebut kenaikan harga bahan bakar dan situasi geopolitik sebagai pendorong utama perubahan perilaku konsumen.

"Karena perang, karena harga bahan bakar, kami juga melihat kenaikan dan pemulihan dalam penjualan kendaraan listrik," kata Parker. "Kini semakin banyak dealer yang meminta produk kendaraan listrik."

Pernyataan Parker merujuk pada konflik global yang menekan pasokan energi dan membuat harga bensin di AS berfluktuasi. Kondisi itu mengubah kalkulasi biaya operasional harian bagi sebagian konsumen.

Model Volume Rendah Ikut Bergeliat

Momentum tidak hanya datang dari pemain besar. Beberapa model dengan volume penjualan lebih kecil dari Toyota Motor Corp. dan merek Cadillac milik General Motors Co. mulai menunjukkan pergerakan positif.

Cadillac dan Toyota bukan pemain utama di segmen EV Amerika Serikat. Keduanya memiliki lini kendaraan listrik yang lebih terbatas dibanding Tesla. Namun pergerakan penjualan kedua merek itu menjadi indikator bahwa permintaan menyebar ke segmen yang lebih luas.

Efek Pencabutan Insentif Pajak Mulai Mereda

Fluktuasi permintaan EV di AS sepanjang tahun lalu berkaitan erat dengan pembatalan insentif pajak besar bagi pembeli kendaraan listrik. Kebijakan itu sempat membuat sebagian konsumen menunda pembelian.

Data kuartal ketiga dari Tesla, Rivian, Hyundai, dan Ford menunjukkan pasar mulai menemukan titik keseimbangan baru. Konsumen yang sebelumnya bergantung pada insentif kini kembali mempertimbangkan EV dengan faktor lain, terutama biaya bahan bakar dan ketersediaan model.

Permintaan tambahan dari dealer Hyundai dan Ford menjadi sinyal paling konkret. Jaringan distribusi biasanya menyesuaikan pesanan stok berdasarkan pergerakan penjualan aktual di lapangan, bukan proyeksi pabrikan.

Gambaran Kuartal Ketiga

Empat pabrikan melaporkan hasil berbeda-beda, tetapi arahnya serupa. Tesla dan Rivian melewati target. Hyundai dan Ford menerima permintaan stok tambahan dari dealer. Toyota dan Cadillac mencatat momentum di model volume rendah.

Pasar EV Amerika Serikat belum kembali ke level pertumbuhan agresif seperti sebelum pencabutan insentif. Namun kombinasi harga bahan bakar yang tidak stabil dan permintaan dealer yang meningkat menandakan fase stabilisasi sedang berlangsung.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks