BENGKULU — Kegiatan dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Bengkulu Aris Munandar bersama jajaran Lapas Bengkulu. Kehadiran pimpinan Kanwil menegaskan pengawasan berlapis pada satuan kerja Pemasyarakatan di wilayah tersebut.
Petugas gabungan menggeledah 15 kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk memastikan blok hunian tetap aman dan mencegah peredaran barang terlarang.
93 Orang Ikut Tes Urine, Seluruhnya Negatif
Sebanyak 43 WBP mengikuti tes urine dengan hasil seluruhnya negatif. Pemeriksaan serupa dilakukan terhadap 50 petugas Lapas Bengkulu, juga dengan hasil negatif.
Total 93 orang menjalani pemeriksaan urine dalam kegiatan tersebut. Tidak ada satu pun yang menunjukkan hasil positif narkotika.
Sinergi Lintas Instansi di Balik Razia
Razia dilaksanakan melalui sinergi Lapas Bengkulu dengan Polresta Bengkulu yang diwakili personel Polsek Muara Bangkahulu. BNN Kota Bengkulu dan Tim Satopspatnal Kanwil Ditjenpas Bengkulu turut terlibat.
Keterlibatan tiga instansi itu memperkuat pelaksanaan pemeriksaan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas penyalahgunaan narkotika.
Kalapas Kelas IIA Bengkulu Julianto Budhi Prasetyono menyebut razia insidental sebagai bagian dari komitmen jajaran menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan penguatan pengawasan. Kami terus berkomitmen menjaga Lapas Bengkulu tetap aman dan kondusif serta memastikan proses pembinaan Warga Binaan berjalan dengan baik," ujar Julianto.
One Day One Cell Detection Jadi Penekanan Kanwil
Sehari sebelum razia, Aris Munandar memberikan pengarahan kepada jajaran satuan kerja Pemasyarakatan di Bengkulu. Pengarahan menyoroti penguatan keamanan dan ketertiban, deteksi dini, integritas petugas, serta peningkatan kualitas layanan.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah "One Day One Cell Detection". Program itu memastikan kondisi blok dan kamar hunian terus terpantau setiap hari.
Pengarahan juga menyebut pelaksanaan razia bersama aparat penegak hukum pada periode 15 hingga 23 September 2026. Razia di Lapas Bengkulu menjadi bagian dari rangkaian tersebut.
Pengawasan Rutin dan Insidental Akan Terus Berlanjut
Jajaran Lapas Bengkulu berencana meningkatkan kewaspadaan melalui pengawasan rutin maupun insidental. Pemeriksaan blok dan kamar hunian akan terus dilakukan.
Penguatan pengamanan dan sinergi dengan aparat penegak hukum tetap menjadi prioritas. Langkah itu untuk memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan tanpa gangguan keamanan.