Pencarian

19,2 Ton Kopi Robusta dari Kepahiang Dikirim ke Italia, Ekspor Perdana dengan Sertifikat Asal

Rabu, 09 September 2026 • 03:12:02 WIB
19,2 Ton Kopi Robusta dari Kepahiang Dikirim ke Italia, Ekspor Perdana dengan Sertifikat Asal
Sebanyak 19,2 ton kopi robusta asal Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dikirim ke Italia pada 7 September 2026 sebagai ekspor perdana dengan Certificate of Origin.

Sebanyak 19,2 ton kopi robusta dari kebun petani di dataran tinggi lereng Bukit Barisan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, resmi dikirim ke Italia pada 7 September 2026. Pengiriman ini menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya kopi asal Bengkulu dicatat secara resmi dengan identitas daerahnya melalui Certificate of Origin.

KEPAHIANG — Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan ekspor perdana ini mengubah posisi daerahnya dalam peta perdagangan kopi global. Menurut dia, kalimat lama yang selama ini melekat, "Bengkulu punya kopi, Lampung punya nama", kini harus berubah.

"Bengkulu punya kopi, Bengkulu punya nama, Bengkulu eksportirnya," kata Mian.

Identitas yang Hilang di Rantai Perdagangan

Selama bertahun-tahun, kopi dari kebun-kebun Bengkulu dikumpulkan dan disatukan dengan hasil panen daerah lain oleh eksportir dari Lampung. Dalam rantai panjang itu, nama Bengkulu tidak ikut tercatat.

Pembeli di pasar dunia lebih mengenal komoditas ini dari daerah asal ekspornya. Padahal, sebagian besar biji yang diperdagangkan berasal dari kebun petani Bengkulu. Kualitasnya diakui, tetapi cerita daerah asalnya hilang di tengah jalur distribusi.

Varietas Sintaro dan Sehasen yang Mendunia

Kualitas kopi Bengkulu sebenarnya sudah lama dikenal kalangan pelaku industri. Varietas Sintaro (Sindang Dataran Robusta) yang bibitnya berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, serta varietas Sehasen dari Kepahiang, bukan nama asing di dunia perkopian.

Bahkan, barista asal Bengkulu kerap memenangkan kompetisi dari tingkat lokal hingga ajang bergengsi dunia dengan membawa kopi daerahnya. Namun, reputasi itu belum cukup untuk membuat nama Bengkulu melekat di setiap kantong kopi yang diekspor.

Italia: Gerbang Menuju Pasar Eropa

Italia dipilih bukan tanpa alasan. Negara tersebut memiliki tradisi panjang dalam mengolah kopi dan dikenal sebagai tempat asal espreso serta kapucino. Pengiriman ke Italia menjadi sinyal bahwa hasil perkebunan Bengkulu layak bersaing di pasar dunia.

Ekspor pada 7 September 2026 ini menjadi pembeda. Untuk pertama kalinya, kopi yang dikirim dari Bengkulu ke Eropa membawa identitas resmi asal daerah melalui Certificate of Origin.

Satu Kontainer Bukan Titik Akhir

Mian mengingatkan bahwa pengiriman satu kontainer belum cukup untuk mematri nama kopi Bengkulu di perdagangan internasional. Menurut dia, harus ada kiriman berikutnya yang disiapkan, pembeli yang dilayani, dan petani yang terus menghasilkan kopi dengan mutu sama atau lebih baik.

Pengiriman ke Italia memberi Bengkulu kesempatan membuktikan bahwa kualitas dan identitas bisa berjalan bersama di pasar global. Langkah selanjutnya adalah menjaga konsistensi pasokan agar nama daerah ini semakin kokoh di mata pembeli luar negeri.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks