Pencarian

EIGER Nature Segera Dibuka untuk Publik, Kawasan Ekowisata Baru di Puncak Bogor

Selasa, 08 September 2026 • 12:35:31 WIB
EIGER Nature Segera Dibuka untuk Publik, Kawasan Ekowisata Baru di Puncak Bogor
Pemandangan kawasan EIGER Nature di Puncak, Bogor, yang siap dibuka untuk publik setelah melalui proses pemulihan lahan kritis.

BENGKULU — Puncak, Bogor, tak pernah kehabisan cara untuk memanjakan para pencinta alam. Setelah sekian lama beroperasi sebagai EIGER Adventure Land, kawasan ini bertransformasi menjadi EIGER Nature—sebuah destinasi yang tak sekadar menawarkan wahana seru, tetapi juga mengusung misi besar: memulihkan lahan kritis dan membangun kesadaran ekologis. Perubahan nama ini bukan kosmetik belaka; ia menandai babak baru pengelolaan yang lebih serius terhadap kelestarian lingkungan.

Bagi Anda yang merencanakan liburan keluarga atau solo trip ke kawasan Puncak, EIGER Nature bisa menjadi opsi menarik. Bayangkan menikmati udara sejuk pegunungan sambil berjalan di antara puluhan ribu pepohonan yang ditanam di lahan yang dulunya gundul dan digarap ilegal. Ini adalah wajah baru pariwisata yang bertanggung jawab.

Daya Tarik Utama: Belajar dari Alam dan Budaya

Konsep yang diusung bukanlah sekadar taman rekreasi biasa. EIGER Nature mengadopsi filosofi 7E Ekowisata: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment. Artinya, setiap sudut kawasan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dalam dari sekadar foto-foto berlatar pegunungan.

Pengunjung diajak untuk memahami ekosistem setempat, termasuk kawasan Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) seluas 253,66 hektare yang menjadi bagian dari area pengelolaan. Yang menarik, bangunan di dalam zona konservasi ini hanya menempati 0,15 persen dari total luas izin—sangat jauh di bawah batas maksimal 10 persen yang diizinkan regulasi. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk menjaga habitat asli.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Meskipun detail wahana dan paket wisata belum diumumkan secara resmi, beberapa aktivitas yang dapat dinantikan di kawasan ekowisata ini antara lain:

  • Trekking dan penjelajahan jalur hijau di area seluas 73,23 hektare yang dipenuhi pohon, perdu, dan semak belukar.
  • Wisata edukasi keanekaragaman hayati di zona penyangga TNGGP.
  • Kegiatan penanaman pohon atau program konservasi lainnya yang melibatkan pengunjung.
  • Pengalaman budaya dan petualangan khas EIGER yang telah lama dikenal oleh komunitas pecinta alam.

Perjalanan Panjang Menuju Pembukaan: Kisah Sanksi dan Pemulihan

Perjalanan menuju pembukaan EIGER Nature bukanlah tanpa hambatan. Kawasan ini sempat menjadi sorotan setelah menerima sanksi penyegelan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Namun, pada 22 November 2025, terbit Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2889 Tahun 2025 yang secara resmi mencabut sanksi administratif tersebut.

Pencabutan ini tidak datang tiba-tiba. PT Eigerindo MPI (EMPI) selaku pengelola telah menjalani proses administratif dan verifikasi lapangan yang panjang. Puncaknya, pada 2 Desember 2025, terbit Surat Keputusan DELH Nomor 600.4.5/46/Kpts-KL/TL-DLH/2025 yang menjadi dasar legal pengelolaan kawasan. Pemerintah mempertimbangkan komitmen pengelola dalam memulihkan lahan kritis serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal sebagai alasan pencabutan sanksi.

Fakta Pemulihan Lingkungan: Angka yang Berbicara

Data yang dirilis pengelola menunjukkan skala upaya restorasi yang cukup masif. Sebelum PT EMPI masuk, lahan milik PTPN ini merupakan area kritis yang digarap ilegal. Kini, lebih dari 90 persen lahan telah kembali hijau. Beberapa capaian yang tercatat antara lain:

  • Pemulihan lahan kritis seluas 73,23 hektare di area PTPN I Regional 2.
  • Penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.
  • Pendataan keanekaragaman hayati di Zona Pemanfaatan TNGGP seluas 253,66 hektare.
  • Pengelolaan air dan lingkungan yang berkelanjutan di seluruh kawasan.

Angka-angka ini menjadi bukti bahwa ekowisata dan konservasi dapat berjalan beriringan, sebuah model yang relevan untuk kawasan-kawasan rawan alih fungsi lahan seperti Puncak.

Perizinan dan Keterbukaan Publik

Pengelola menegaskan bahwa seluruh proses pengembangan kawasan telah melalui jalur perizinan yang sesuai. Dimulai sejak 2018, berbagai dokumen telah diterbitkan, termasuk izin PKKPR pada Desember 2022 yang mencakup total luas tanah kerjasama dengan PTPN seluas 73,23 hektare. Seluruh dokumen ini menjadi bagian dari komitmen keterbukaan informasi kepada publik dan pemerintah.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Hingga artikel ini ditulis, informasi resmi mengenai harga tiket masuk dan jam operasional EIGER Nature belum diumumkan secara detail. Untuk kepastian tarif dan jadwal buka, calon pengunjung disarankan memantau kanal resmi EIGER atau menghubungi dinas pariwisata Kabupaten Bogor. Yang jelas, pembukaan tempat ini akan menambah daftar destinasi alam di kawasan Puncak yang menawarkan pengalaman berbeda dari sekadar tempat nongkrong atau berfoto.

Tips Berkunjung ke Kawasan Puncak

Jika Anda berencana mengeksplorasi EIGER Nature, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Pertama, datanglah di hari kerja untuk menghindari kepadatan khas akhir pekan di jalur Puncak. Kedua, siapkan jaket tebal—suhu di kawasan ini bisa turun drastis di sore hari. Ketiga, patuhi aturan kawasan konservasi: jangan meninggalkan sampah dan jangan merusak tanaman yang sedang dipulihkan.

EIGER Nature hadir di tengah tren wisata regeneratif yang semakin digemari anak muda. Alih-alih hanya menghabiskan waktu, pengunjung diajak menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan. Bagi Anda yang mencari destinasi dengan makna, tempat ini layak masuk daftar kunjungan berikutnya. Rencanakan kunjungan setidaknya setengah hari untuk bisa menikmati suasana kawasan dan belajar tentang upaya konservasi yang dilakukan di dalamnya.

Follow porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks