Petani Bengkulu Pakai Stek dan Sambung Pucuk Kopi Robusta, Klon Payung Hijau Hasilkan 1,19 Kg Biji Kering per Pohon

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 02 November 2026 | 12:32:02 WIB
Petani kopi di Bengkulu menggunakan teknik stek dan sambung pucuk untuk memperbanyak bibit unggul.

BENGKULU — Kopi Robusta termasuk komoditas perkebunan andalan yang banyak digarap masyarakat Bengkulu. Produktivitas tanaman tidak semata ditentukan luas lahan, tetapi juga kualitas bibit dan teknik budidaya yang dipakai petani.

Salah satu jalan mendapatkan tanaman bersifat unggul adalah perbanyakan vegetatif lewat stek dan sambung pucuk. Dua metode ini memungkinkan petani memperbanyak tanaman dari pohon induk berkualitas, sehingga karakter unggulnya tetap terjaga.

Dengan bibit tepat dan perawatan optimal, tanaman kopi berpeluang masuk masa produksi lebih cepat. Bengkulu sendiri punya sejumlah klon Robusta unggul lokal yang dikembangkan untuk mendukung peremajaan kebun kopi.

Klon Lokal Bengkulu: Sidodadi, Payung Hijau, dan Payung Kuning

Sebelum memulai pembibitan, petani perlu mengenali jenis klon yang akan dikembangkan. Tiga klon Robusta lokal Bengkulu yang dikenal berpotensi produksi cukup baik adalah Sidodadi, Payung Hijau, dan Payung Kuning.

Penelitian Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar menunjukkan klon Payung Hijau memiliki stabilitas dan hasil biji paling tinggi dibanding Sidodadi dan Payung Kuning. Pengujian berlangsung di sejumlah lokasi di Curup dan Kepahiang.

Dalam penelitian tersebut, Payung Hijau menghasilkan sekitar 1,19 kilogram biji kering per pohon. Klon ini dinilai berpotensi menjadi sumber entres untuk peremajaan atau rehabilitasi tanaman kopi tua.

Pemilihan klon tetap perlu mempertimbangkan kesesuaian dengan kondisi lingkungan, ketinggian lahan, serta ketersediaan bahan tanam berkualitas.

Beda Stek dan Sambung Pucuk: Mana yang Cocok untuk Kebun Anda?

Stek dan sambung pucuk sama-sama masuk kategori perbanyakan vegetatif, tetapi cara kerjanya berbeda. Stek dilakukan dengan menanam bagian batang atau cabang pohon induk agar tumbuh akar sendiri.

Sambung pucuk menggabungkan batang bawah dari bibit semai dengan entres dari pohon induk unggul. Teknik ini dipilih ketika petani ingin memanfaatkan keunggulan batang bawah sekaligus sifat produksi dari pohon induk.

Keduanya memungkinkan petani memperbanyak tanaman tanpa bergantung pada biji, yang sifatnya belum tentu sama dengan induknya.

Mengapa Perbanyakan Vegetatif Penting bagi Peremajaan Kopi

Banyak kebun kopi di Bengkulu sudah berumur tua dan perlu diremajakan. Bibit dari perbanyakan vegetatif memberi jalan agar sifat unggul pohon induk tidak hilang saat peremajaan dilakukan.

Ketersediaan entres dari klon lokal menjadi kunci. Payung Hijau, misalnya, dinilai layak dijadikan sumber entres untuk rehabilitasi tanaman kopi tua di sejumlah lokasi pengujian.

Petani yang hendak memulai pembibitan disarankan menyesuaikan pilihan klon dengan ketinggian lahan dan kondisi lingkungan setempat.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: bengkuluekspress.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top