Kemenkeu Bengkulu Gelar Bazar HORI ke-80, 11 UMKM Binaan DJPb Unjuk Produk di Kota Bengkulu

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 12:31:01 WIB
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim menyampaikan sambutan pada peringatan HORI ke-80 yang dirangkai dengan bazar UMKM di Kota Bengkulu, Kamis (30/10/2026).

BENGKULU — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim menegaskan pengelolaan keuangan negara memiliki dua aspek yang harus berjalan seiring. Penerimaan negara perlu dioptimalkan, sementara belanja negara mesti digunakan secara efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Zaid di sela peringatan HORI ke-80 yang dirangkai dengan bazar UMKM. Menurut dia, tanggung jawab Kementerian Keuangan tidak berhenti pada urusan penerimaan dan pengeluaran negara.

"Pengelolaan keuangan negara memiliki dua aspek penting. Pertama, mengoptimalkan penerimaan negara. Kedua, memastikan anggaran belanja negara digunakan secara efektif, efisien, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Zaid, Kamis (30/10/2026).

Dorong UMKM Naik Kelas lewat Ruang Pemasaran

Zaid menilai pelaku UMKM punya peluang besar berkembang bila mendapat ruang pemasaran, pendampingan, dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, bazar HORI ke-80 diarahkan menjadi pintu masuk bagi usaha lokal untuk menjangkau konsumen lebih luas.

"Harapan kita, UMKM ini bisa naik kelas. Usaha yang sebelumnya masih kecil dapat berkembang menjadi menengah, kemudian tumbuh lebih besar lagi," kata Zaid.

Bazar melibatkan seluruh unit kerja di lingkungan Kemenkeu Provinsi Bengkulu. Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, hingga Direktorat Jenderal Kekayaan Negara masing-masing memberi ruang bagi UMKM binaan mereka.

11 UMKM Binaan DJPb Bengkulu Tampil

Dari jajaran Perbendaharaan, tercatat sekitar 11 UMKM telah mendapat pembinaan berkelanjutan. Pendampingan menyentuh sisi kualitas produk sekaligus kapasitas bisnis pelakunya.

Zaid menekankan keberhasilan UMKM tidak cukup diukur dari kemampuan memproduksi barang. Cita rasa, kemasan, daya tarik produk, dan pelayanan kepada konsumen sama pentingnya.

"Ketika masyarakat merasa puas, mereka berpotensi kembali membeli sekaligus merekomendasikannya kepada orang lain. Promosi dari mulut ke mulut ini sangat efektif," jelasnya.

Ajakan Beli Produk Lokal dan Peran Media

Zaid mengajak warga Bengkulu mendukung pertumbuhan usaha lokal dengan membeli produk peserta bazar. Peran media massa dinilai penting untuk memperluas jangkauan promosi UMKM.

"Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media harus terus terbangun. Jika usaha masyarakat maju, maka akan membuka lapangan kerja dan mendorong perekonomian daerah," pungkas Zaid.

Melalui peringatan HORI ke-80, Kemenkeu Bengkulu menegaskan keberpihakan terhadap UMKM mesti diwujudkan lewat langkah konkret dan berkesinambungan, bukan kegiatan sesaat.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: realitapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top