Pemkot Bengkulu Luncurkan Program 4 in 1, Ahli Waris ASN Tak Perlu Antre Urus Dokumen Kependudukan

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:01:01 WIB
Petugas menyerahkan dokumen kependudukan kepada ahli waris ASN dalam program 4 in 1 di Bengkulu.

BENGKULU — Program 4 in 1 membuat ahli waris ASN yang meninggal dunia tidak lagi harus mendatangi kantor pelayanan untuk mengurus dokumen. Petugas menyerahkan buku tabungan Taspen beserta jaminan pensiun atau kematian, akta kematian, Kartu Keluarga perubahan, dan KTP-el baru bagi pasangan yang ditinggalkan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis saat takziah malam ketiga. Ahli waris cukup menyiapkan dokumen dasar berupa fotokopi KTP-el, surat nikah, rekening bank, dan SK pensiun.

Berawal dari Kerja Sama Pemkot Bengkulu dan PT Taspen

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memaparkan program tersebut saat menyambangi Command Center Ditjen Dukcapil di Jakarta. Kerja sama dengan PT Taspen menjadi fondasi skema layanan jemput bola ini.

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menilai langkah Pemkot Bengkulu sebagai terobosan yang layak ditiru daerah lain. Menurut dia, kolaborasi dengan PT Taspen untuk integrasi layanan ini belum ada sebelumnya di Indonesia.

"Kerja sama Pemkot Bengkulu dengan PT Taspen ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kota Bengkulu berhasil menjadi role model integrasi layanan kependudukan dan perlindungan sosial," ujar Teguh Setyabudi.

Teguh mengingatkan bahwa dokumen kependudukan bukan sekadar lembar identitas. Layanan adminduk menjadi hak mendasar warga untuk memperoleh pengakuan hukum dan membuka akses ke pelayanan publik lain.

Baru 9 OPD yang Memanfaatkan Data Kependudukan

Di balik apresiasi, Ditjen Dukcapil mencatat sejumlah pekerjaan rumah. Pemanfaatan data kependudukan oleh organisasi perangkat daerah di Kota Bengkulu baru menjangkau 9 OPD.

Ditjen Dukcapil menyarankan integrasi web service dimaksimalkan langsung ke Super Apps Kota Bengkulu, aplikasi "Ado Galo" (Adol). Disdukcapil Kota Bengkulu juga diminta mengejar target cakupan kinerja riil.

Sejumlah target yang dimaksud antara lain merekam sekitar 2.998 warga yang belum memiliki KTP-el melalui metode jemput bola, meningkatkan cakupan Kartu Identitas Anak, serta menggenjot capaian Identitas Kependudukan Digital yang kini berada di angka 12 persen.

Nilai Kinerja Kota Bengkulu 90,00, di Atas Rata-rata Provinsi

Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari memaparkan rapor performa pelayanan publik Kota Bengkulu. Nilai kinerja kota ini mencapai 90,00 dengan kategori "Sangat Baik".

"Nilai kinerja Kota Bengkulu mencapai 90,00 atau 'Sangat Baik', dan berada di atas rata-rata Provinsi Bengkulu yang mencatatkan angka 88,13 atau 'Baik'," kata Erliani Budi Lestari.

Erliani mendorong skema jemput bola diprioritaskan bagi kelompok rentan. Penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, orang dengan gangguan jiwa, hingga pemilih pemula di sekolah-sekolah masuk dalam daftar sasaran.

Kota Bengkulu bersama Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara resmi terpilih masuk wilayah perluasan piloting sistem Perlinsos Digital Kementerian Sosial. Status itu menambah bobot posisi Bengkulu sebagai contoh integrasi layanan kependudukan dan perlindungan sosial di tingkat nasional.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: isbcenter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top