KAUR — Rapat koordinasi di Aula Lantai II Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur membahas penguatan koordinasi antarlembaga, pemantauan pasokan pangan, dan sosialisasi Gerakan 3 Tanam. Sekda Kaur Nasrul Rahman memimpin rapat itu, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ujang Syafiri, serta dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah.
Nasrul menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus dijalankan lewat langkah konkret, terarah, dan berkelanjutan. Menurutnya, koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"Pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama seluruh perangkat daerah, disertai langkah nyata di lapangan agar stabilitas harga tetap terjaga dan manfaatnya dirasakan masyarakat," ujarnya.
Ujang Syafiri mendorong masyarakat menggalakkan Gerakan 3 Tanam, yakni cabai, bawang, dan tomat, dengan memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan yang tersedia. Menurutnya, gerakan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar ketika harga komoditas naik.
Ujang juga meminta para camat menggerakkan lurah dan kepala desa untuk menyosialisasikan program tersebut. Tujuannya agar keterlibatan masyarakat semakin luas, tidak berhenti di tingkat kecamatan.
Selain mengoptimalkan pemanfaatan lahan, Pemkab Kaur melakukan pengecekan terhadap Bulog untuk memantau ketersediaan pasokan pangan. Langkah itu diharapkan membantu pemerintah mengantisipasi potensi gejolak harga kebutuhan pokok.
Melalui penguatan koordinasi, pemantauan pasokan, dan Gerakan 3 Tanam, Pemkab Kaur berkomitmen meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi. Sasaran akhirnya menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat Kabupaten Kaur.