KOTA BENGKULU — Sebanyak 58 rumah warga masuk dalam program bedah rumah tahun anggaran 2026 yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Bengkulu. Setiap penerima manfaat memperoleh dukungan Rp 20 juta, dengan rincian Rp 17,5 juta untuk pengadaan material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk biaya tenaga kerja.
Peletakan batu pertama dilakukan di rumah pasangan Maisah dan Budi Irwansyah, warga Jalan Arrahman II, RT 17 RW 4, Kelurahan Rawa Makmur. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi hadir langsung menandai dimulainya renovasi rumah penerima manfaat.
Kegiatan itu turut dihadiri anggota DPRD Kota Bengkulu Dediyanto, jajaran asisten dan staf ahli wali kota, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu Toni Harisman, perwakilan Baznas Kota Bengkulu, camat, lurah, serta sejumlah pejabat terkait.
Kepala Dinas Perkim Kota Bengkulu Toni Harisman menyebut program RTLH sebagai bentuk kolaborasi pemerintah daerah dan DPRD dalam membantu warga yang kondisi tempat tinggalnya belum memenuhi standar kelayakan. Menurutnya, pelaksanaan program diharapkan tidak berhenti pada tahun ini.
"Program bedah rumah ini merupakan program Wali Kota bersama DPRD Kota. Insya Allah ini akan berlanjut," ujar Toni.
Bantuan tersebut diharapkan membuat kondisi rumah warga menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati.
Wali Kota Dedy Wahyudi menyatakan pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen memperluas cakupan program. Pembahasan bersama jajaran legislatif telah dilakukan agar jumlah rumah yang direhabilitasi pada tahun berikutnya bertambah.
"Tahun depan target kita minimal 100 unit rumah yang akan kita rehab," kata Dedy.
Dedy juga meminta jajaran kelurahan tidak pasif dalam mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan. Para lurah diminta mendata rumah-rumah warga yang kondisinya masih memprihatinkan dan menyampaikannya kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, data dari tingkat kelurahan sangat penting agar bantuan diarahkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
"Ke depan di Kota Bengkulu ini kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang rumahnya tidak layak huni," tegasnya.
Rangkaian peletakan batu pertama dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako dari Baznas Kota Bengkulu kepada warga secara simbolis. Dukungan itu menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan sosial masyarakat penerima program, tidak hanya perbaikan fisik rumah.
Bagi Budi Irwansyah, dimulainya pembangunan rumah menjadi momentum yang telah lama dinantikan keluarganya. Ia mengaku bersyukur karena rumah yang selama ini ditempati akan segera diperbaiki.
"Alhamdulillah, kami dapat bantuan bedah rumah. Terima kasih Pak Wali Kota, DPRD, Pak Camat dan Pak Lurah. Akhirnya sebentar lagi kami bisa mempunyai rumah yang lebih layak," ujar Budi.
Budi berharap program tersebut terus dilanjutkan sehingga warga lain yang kondisi rumahnya belum layak juga memperoleh kesempatan mendapatkan bantuan. Program bedah rumah menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, dengan sinergi pemerintah, DPRD, kelurahan, dan masyarakat diharapkan membuat pendataan rumah tidak layak huni semakin tepat sasaran.