SELUMA — Bupati Seluma Teddy Rahman, S.E., M.M., bertemu langsung Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim beserta jajaran masing-masing. Audiensi berlangsung di ruang Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Senin (19/10/2026).
Fokus pertemuan adalah memperkuat pengelolaan fiskal dan mempercepat pembangunan daerah. Visi Seluma Emas Berlian untuk periode 2025–2030 menjadi acuan utama pembahasan.
Dalam pertemuan itu, Kanwil DJPb Bengkulu menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemkab Seluma. Penghargaan diberikan atas capaian sebagai Tercepat ke-3 Penyaluran Dana Desa 100 Persen Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2026.
Alokasi Dana Desa 2026 senilai lebih dari Rp53,5 miliar tersalur utuh ke 182 desa. Tidak ada kendala retur sama sekali dalam proses penyaluran tersebut.
Zaid Burhan Ibrahim menilai capaian itu sebagai modal positif berkelanjutan. Menurutnya, dana desa yang tersalur penuh memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung konvergensi percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
Visi Seluma Emas Berlian mencakup sejumlah prioritas yang dibahas dalam audiensi:
Kanwil DJPb memaparkan peluang pembiayaan non-APBD agar program pembangunan Seluma tidak selalu bertumpu pada APBD. Sumber dana yang dibahas adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat.
Potensi lahan sawit masyarakat Seluma dinilai besar. Usulan target replanting untuk potensi luasan lahan pada 2025–2027 diproyeksikan mendatangkan kucuran dana hibah langsung bagi kepala keluarga petani.
Pemerintah pusat juga menyediakan alokasi bantuan sarana prasarana infrastruktur kebun. Selain itu, tersedia program beasiswa penuh seratus persen bagi anak-anak petani dan buruh perkebunan Seluma untuk pendidikan tinggi vokasi dan sarjana.
Kemitraan Pemkab Seluma dan Kanwil DJPb Bengkulu diharapkan menghadirkan dampak nyata. Percepatan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan dasar menyasar seluruh masyarakat Kabupaten Seluma.
Bagi petani sawit, skema PSR berpotensi memperbarui tanaman tua tanpa membebani keuangan keluarga. Sementara beasiswa vokasi dan sarjana membuka jalur pendidikan tinggi bagi anak buruh perkebunan.