SELUMA — Panen raya di Desa Sari Mulyo berlangsung di tengah kemarau panjang yang menekan ketersediaan air. Meski begitu, petani setempat berhasil memanen padi dan menambah pasokan gabah daerah. Kehadiran combine harvester dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu disebut mempercepat proses panen sekaligus menekan biaya produksi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menyatakan dukungan alat dan mesin pertanian diberikan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Tahun ini bantuan yang disalurkan mencakup tiga unit combine harvester dan satu unit traktor, disertai sejumlah bantuan pendukung lainnya.
Mesin panen diserahkan langsung kepada Kelompok Tani Karya Mukti. Bantuan itu diharapkan tidak berhenti di satu kelompok, melainkan bisa dimanfaatkan bersama kelompok tani lain di sekitar Sukaraja.
Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu Destita Khairilisani menegaskan ketahanan pangan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan. Peningkatan produksi pertanian harus diiringi dukungan sarana produksi, penguatan irigasi, dan pemanfaatan teknologi.
"Hari ini kita melaksanakan panen padi. Alhamdulillah, panennya berhasil dan bisa menambah pasokan gabah daerah yang tentu dapat menjaga kebutuhan beras lokal," ujar Destita.
Anggota Komite IV DPD RI itu mengapresiasi keberhasilan petani menjaga produktivitas lahan di tengah kemarau. Menurutnya, ketekunan petani perlu diimbangi dukungan sarana dan kebijakan pemerintah.
Destita mendorong dukungan program pemerintah pusat, termasuk pipanisasi dan pompanisasi, guna membantu petani mengatasi keterbatasan air. Ketersediaan air dinilai menjadi faktor penting agar petani dapat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan frekuensi tanam maupun panen.
Senator asal Universitas Indonesia itu juga menyoroti pentingnya pemanfaatan alat mesin pertanian secara bersama-sama. Kelompok penerima bantuan diharapkan menjalin kerja sama dengan kelompok lain, termasuk dalam pengelolaan mesin panen.
"Harapannya, panen raya ini menjadi berkah bagi kita semua sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pertanian. Saya juga mengajak generasi muda agar mau terlibat dalam sektor pertanian karena peluangnya masih sangat besar pada tahun-tahun mendatang," ujar Destita.
Bupati Seluma Teddy Rahman menyebut sinkronisasi program lintas sektor sebagai salah satu kunci mempercepat pembangunan pertanian. Bantuan dari berbagai lembaga, kata dia, dapat disalurkan apabila kelompok tani memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki data yang baik.
Pemerintah Kabupaten Seluma terus berupaya memperbaiki kualitas data dan administrasi agar kelompok tani lebih mudah mengakses program bantuan. Dengan koordinasi yang baik, peluang dukungan dari kementerian maupun lembaga lain dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan petani.
Teddy juga menyoroti persoalan keterbatasan air yang masih dihadapi petani, terutama pada musim kemarau. Pemerintah daerah perlu terus mencari solusi agar hambatan tersebut dapat diatasi dan kegiatan pertanian berjalan lebih optimal.
Destita menegaskan, sebagai wakil daerah di DPD RI, dirinya terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan sektor pertanian di Kabupaten Seluma. Kolaborasi antar kelompok tani dinilai dapat memperluas akses petani terhadap teknologi pertanian.
Dengan pengelolaan yang baik, alat mesin pertanian tidak hanya membantu proses produksi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi kelompok melalui layanan kepada petani lain. Panen raya di Sari Mulyo menjadi titik awal bagi penguatan kapasitas kelompok tani menghadapi tantangan produksi pangan.