CURUP — Polres Rejang Lebong menurunkan tim Unit Kecil Lengkap (UKL) dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam. Sasaran utamanya adalah titik keramaian dan kawasan sepi yang rawan aksi premanisme, balap liar, serta tindak pidana jalanan di wilayah hukum Polres Rejang Lebong.
Personel gabungan bergerak menyisir sejumlah ruas jalan protokol. Selain patroli mobile, petugas melakukan pemeriksaan dan berdialog dengan warga yang dijumpai di lapangan.
Akhir pekan menjadi perhatian tersendiri bagi kepolisian. Aktivitas pemuda yang berkumpul hingga larut malam berpotensi memicu gesekan antar kelompok maupun aksi balap liar di ruas jalan tertentu.
Melalui kegiatan UKL, kepolisian mengimbau para pemuda dan elemen masyarakat untuk menghindari aktivitas yang meresahkan. Imbauan itu disampaikan langsung saat petugas berpatroli di titik-titik rawan.
Pendekatan yang dipakai tidak hanya penindakan. Petugas juga menyempatkan diri berbicara dengan warga yang ditemui, menyampaikan pesan keamanan sekaligus mendengar kondisi lingkungan sekitar.
Kapolres Rejang Lebong menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan merupakan bentuk hadirnya negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Keamanan wilayah tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Sinergi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing adalah kunci utama terwujudnya situasi yang kondusif," ujar perwakilan Sie Humas Polres Rejang Lebong dalam keterangannya.
Hingga patroli berakhir, situasi di wilayah Rejang Lebong terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak ada laporan gangguan berarti selama kegiatan berlangsung.
Polres Rejang Lebong berkomitmen menghadirkan rasa tenang bagi warga melalui patroli berkala. Jam-jam rawan akhir pekan menjadi prioritas pengawasan berikutnya.