BENGKULU — Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang perairan barat Bengkulu Utara, dengan pusat gempa berada di laut pada jarak 71 kilometer dari wilayah tersebut. BMKG merilis parameter gempa ini melalui kanal resmi mereka, mencatat getaran yang dirasakan warga di sejumlah daerah pesisir barat Sumatera.
Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Lima wilayah yang melaporkan getaran serupa adalah Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Mukomuko, dan Kabupaten Seluma.
Pusat gempa yang berada di laut tidak serta-merta memicu peringatan dini tsunami. BMKG menyatakan status potensi tsunami untuk peristiwa ini tidak aktif.
Meski demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Getaran skala III MMI umumnya tidak menimbulkan kerusakan bangunan, namun tetap terasa jelas oleh warga yang sedang beraktivitas di dalam ruangan.
BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat pasca-gempa. Warga diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Langkah berikutnya adalah menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat getaran gempa. Sebelum kembali masuk ke rumah, warga perlu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan.
Pemeriksaan struktur bangunan menjadi krusial, terutama bagi rumah-rumah di kawasan pesisir yang berdekatan dengan episentrum. Kerusakan ringan seperti retak pada dinding atau plafon perlu dievaluasi sebelum bangunan digunakan kembali.
Provinsi Bengkulu secara geografis terletak di zona subduksi Sunda, pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kawasan ini rutin mengalami aktivitas seismik dengan magnitudo bervariasi.
Gempa magnitudo 4,4 tergolong skala kecil hingga menengah. Getaran dengan kekuatan ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan struktural signifikan, namun tetap menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.