PGN Grup Tanam 269.000 Mangrove di Pesisir Utara Jawa Sejak 2024

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 24 September 2026 | 12:36:01 WIB
PGN Grup menanam lebih dari 269.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Utara Jawa sejak 2024.

BENGKULUPT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN Grup menanam lebih dari 269.000 bibit mangrove di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa sejak 2024. Penanaman tersebar di Semarang, Kendal, Batang, Indramayu, Gresik, dan Bekasi untuk memperkuat ekosistem pesisir menghadapi perubahan iklim.

Paragraf pembuka: Penanaman mangrove yang dijalankan Subholding Gas Pertamina tersebut menyasar kawasan yang paling rentan terhadap abrasi dan kenaikan muka air laut. Selain menjaga fungsi ekologis pesisir, program ini dirancang menopang penghidupan warga yang menggantungkan mata pencaharian dari laut dan tambak.

Mangrove sebagai Tembok Alami Abrasi

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Pujiharini, menilai tekanan terhadap kawasan pesisir makin besar akibat perubahan lingkungan dan iklim.

"Kawasan pesisir memiliki tantangan yang semakin besar akibat perubahan lingkungan dan perubahan iklim. Upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan dan disinergikan dengan pengelolaan kawasan Hulu sampai Hilir khususnya di Daerah Aliran Sungai agar manfaat ekologis mangrove dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.

Menurutnya, penanaman mangrove berperan ganda: merehabilitasi ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir. Manfaatnya baru terasa penuh jika pengelolaan daerah aliran sungai dari hulu ke hilir berjalan selaras.

Kolaborasi Lintas Pihak Jadi Kunci

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Rusmanto, menegaskan pengelolaan dan pemulihan lingkungan pesisir tidak bisa ditangani pemerintah daerah sendirian. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan masyarakat.

"Sosialisasi dan pelibatan masyarakat pesisir juga pemahaman akan pentingnya tembok alami abrasi laut, adalah mitigasi awal agar mereka disadarkan akan bahaya hilangnya lahan mata pencaharian ke depan, jika penanaman mangrove tidak dilaksanakan," tuturnya.

Pelibatan warga dinilai penting agar program tidak berhenti di seremonial tanam. Warga pesisir yang memahami fungsi mangrove sebagai penahan abrasi punya kepentingan langsung menjaga tanaman tetap hidup.

Dari Padi Biosalin hingga Pemberdayaan Warga

PGN Grup tidak hanya bergerak di sisi lingkungan. Lewat inovasi pangan, perusahaan mengembangkan Padi Biosalin bersama BRIN dan pemerintah daerah. Program yang dimulai di lahan 5 hektare pada akhir 2024 itu kini mencapai 550 hektare.

Lahan yang sebelumnya tidak produktif berubah menjadi sawah yang memanen 5 hingga 7 ton gabah kering per hektare per masa tanam. Capaian tersebut menunjukkan pendekatan lingkungan dan ketahanan pangan bisa berjalan seiring.

Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menjelaskan program Tanam Pantau dikembangkan dengan pendekatan yang menghubungkan aspek lingkungan dengan ketahanan pangan, mitigasi bencana, teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat.

Penutup: Bagi PGN, deretan program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial di wilayah operasi sekaligus uji ketahanan ekosistem pesisir jangka panjang. Keberhasilannya akan ditentukan oleh seberapa konsisten penanaman dijaga, bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top