BENGKULU — Laptop ini sudah bisa dipesan di pasar Indonesia per pengumuman resmi ASUS terbaru. Ada lima pilihan konfigurasi yang ditawarkan, semuanya bermesin Intel Core HX generasi ke-14 dan dipadukan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 series. Sistem pendinginnya diberi nama Thermal Equilibrium, diklaim mampu menyalurkan daya hingga 105 watt.
ASUS membagi FX610 ke dalam tiga kelas GPU. Masing-masing membawa VRAM 8GB, dengan batas daya grafis maksimal 85 watt — terdiri dari 70 watt dasar ditambah 15 watt Dynamic Boost.
Perhatikan bahwa RTX 5050 masih memakai GDDR6, sementara dua varian di atasnya sudah GDDR7. Ini berpengaruh ke bandwidth memori, terutama saat main di resolusi tinggi atau menjalankan game dengan tekstur besar.
ASUS merilis data pengujian internal memakai sampel ER pada resolusi native 1080p tanpa bantuan DLSS. Artinya, angka ini adalah performa raster murni — bukan hasil yang "dipoles" frame generation.
Untuk game kompetitif, varian termurah sekalipun sudah lebih dari cukup. RTX 5050 mencatat 237,9 fps di CS:GO — jauh di atas refresh rate 144Hz yang jadi standar layar gaming saat ini. Valorant, Apex Legends, dan Dota 2 diprediksi berjalan mulus di varian ini.
Ada beberapa hal yang tidak disebutkan dalam pengumuman resmi dan sebaiknya Anda cek sendiri sebelum membeli. Pertama, TGP 85 watt untuk RTX 5070 tergolong konservatif — banyak laptop gaming sekelas menawarkan TGP lebih tinggi, yang berarti performa di varian ini bisa jadi tidak sepenuhnya optimal dibanding laptop lain dengan GPU yang sama.
Kedua, VRAM 8GB untuk RTX 5070 di tahun 2026 mulai terasa sempit untuk game AAA terbaru dengan tekstur ultra. Cyberpunk 2077 di 75 fps memang lancar, tapi begitu Anda naikkan setting tekstur atau main di 1440p, VRAM bisa jadi bottleneck.
Ketiga, angka benchmark di atas adalah hasil uji internal ASUS, bukan pengujian independen. Angka ini bisa berbeda di unit retail, tergantung suhu ruangan, setting power mode, dan kondisi thermal setelah pemakaian lama.
ASUS TUF Gaming 16 FX610 paling masuk akal untuk gamer yang main game kompetitif seperti CS2, Valorant, atau Dota 2 di layar 144Hz, dan sesekali main game AAA di 1080p. Varian RTX 5060 di harga menengah kemungkinan jadi sweet spot — performanya cuma sekitar 12 persen di bawah RTX 5070 di 3DMark, tapi harganya kemungkinan jauh lebih ramah.
Kalau Anda butuh laptop untuk main game AAA di 1440p dengan setting tinggi, atau untuk content creation yang butuh VRAM besar, sebaiknya pertimbangkan laptop lain dengan TGP lebih tinggi dan VRAM 12GB ke atas. TUF Gaming 16 FX610 ini bukan laptop untuk kebutuhan tersebut.