BENGKULU — Organisasi Zuriat Bangkahulu Tinggi resmi menggelar workshop sejarah bertajuk "Pangeran Mangkurajo, Pahlawan Bengkulu yang Terlupakan" di Aula Hotel Adeeva, Rabu (5/8/2026). Acara yang mengusung tema "Mencintai Sejarah dan Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air" ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. (Cand.) Eva Riana Rusdi, S.Pd., M.Hum, sejarawan dari Universitas Indonesia, serta Edward Coles Harius Eko Saputra, S.Sos., M.Si., penulis buku dan pemerhati sejarah.
Workshop ini menjadi langkah awal organisasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sejarah lokal. Pasalnya, sosok Pangeran Mangkurajo dinilai merupakan salah satu tokoh penting Bengkulu yang jasa dan perjuangannya nyaris hilang ditelan zaman.
Ketua Zuriat Bangkahulu Tinggi sekaligus inisiator kegiatan, Acep Nana Harianto, menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar forum diskusi. Pihaknya menargetkan kajian lanjutan yang lebih konkret dalam waktu dekat.
"Ke depan, kami berencana menyusun sebuah buku dan mengusulkannya kepada Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah Bengkulu," ujar Acep dalam rilis yang diterima redaksi.
Ia menambahkan, organisasinya akan terus menggali sejarah pahlawan-pahlawan Bengkulu lainnya yang selama ini belum banyak diketahui publik. Termasuk mendorong pelestarian makam-makam tokoh sejarah yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Ketua Pembina Zuriat Bangkahulu Tinggi, Taufik Kamidan, memastikan seluruh materi yang dipaparkan dalam workshop dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Materi tersebut disusun berdasarkan hasil wawancara dengan pemerhati sejarah serta kajian dari Dr. (Cand.) Eva Riana Rusdi dan berbagai sumber sejarah lainnya.
Sebelum pemaparan materi, moderator membacakan riwayat hidup para narasumber serta menyampaikan pengantar mengenai urgensi kegiatan ini. Panitia sengaja merancang acara ini sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah daerah sekaligus meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum APSII Ahmad Abas Musofa, jajaran pengurus Zuriat Bangkahulu Tinggi, serta peserta dari kalangan akademisi, komunitas sejarah, dan masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen ini diharapkan mampu memperluas dampak pelestarian sejarah di Provinsi Bengkulu.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap lahir berbagai kajian lanjutan mengenai sejarah Bengkulu. Dengan begitu, tokoh-tokoh perjuangan daerah yang selama ini kurang dikenal dapat memperoleh tempat yang layak dalam khazanah sejarah Indonesia.
Hasil workshop juga diharapkan menjadi pijakan dalam penyusunan buku sejarah Pangeran Mangkurajo serta pengusulan pengakuan yang lebih luas terhadap para pahlawan Bengkulu yang terlupakan.