BENGKULU — Proyek strategis pengelolaan sampah regional ini dirancang tidak sekadar mengurangi volume sampah yang menggunung di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi melalui konversi sampah menjadi sumber energi. Herwan Antoni menegaskan, kelengkapan dokumen menjadi pintu masuk utama agar tahapan administrasi tidak molor dari jadwal yang telah ditentukan.
"Seluruh pihak terkait, khususnya offtaker dan perusahaan swasta di Provinsi Bengkulu, kami harapkan dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan TPST Regional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menghasilkan bahan bakar alternatif dari pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," ujar Herwan dalam rapat yang digelar Selasa kemarin.
Herwan meminta seluruh instansi yang terlibat memperkuat koordinasi lintas sektor. Pasalnya, dukungan dari pihak offtaker dan perusahaan swasta yang beroperasi di Bengkulu menjadi penentu utama keberlanjutan operasional TPST Regional pasca-pembangunan rampung.
Keterlibatan dunia usaha dinilai krusial karena hasil pengolahan sampah nantinya akan diserap sebagai bahan bakar alternatif. Skema ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang menguntungkan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pelaku industri.
TPST Regional Bengkulu diproyeksikan mengolah sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif yang memiliki nilai jual. Produk olahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), industri semen, maupun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang banyak beroperasi di provinsi ini.
Dengan skema ini, sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan di Bengkulu justru bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi. Fasilitas ini juga menjadi langkah strategis Pemprov Bengkulu dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan TPST Regional dapat segera direalisasikan. Rapat yang dihadiri OPD terkait serta perwakilan Pemkab Bengkulu Tengah dan Pemkab Seluma ini menjadi bagian dari upaya percepatan tersebut.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan energi bagi sektor industri di Provinsi Bengkulu. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru dari pengelolaan limbah perkotaan secara terpadu.