BENGKULU — Dengan tambahan dua gol tersebut, Mbappe kini telah mengoleksi 16 gol dari 16 pertandingan Piala Dunia. Konsistensi itu ia raih dalam tiga edisi turnamen sejak 2018, dengan rata-rata tepat satu gol per laga.
Penampilan paling tajam Mbappe terjadi di Qatar pada 2022. Saat itu ia mencetak delapan gol dan membawa Prancis menjadi runner-up. Dari total 16 golnya, empat di antaranya tercipta di partai final.
Tiga gol ia lesakkan ke gawang Argentina di Stadion Lusail pada final Piala Dunia 2022. Satu gol lainnya dicetak di final edisi 2018 saat Prancis mengalahkan Kroasia.
Brace ke gawang Irak juga menempatkan Mbappe dalam buku sejarah. Ia menjadi pemain keempat sepanjang Piala Dunia yang mencetak dua gol atau lebih dalam tiga pertandingan beruntun di turnamen ini.
Satu gol tambahan Prancis dalam laga tersebut dicetak oleh Ousmane Dembele. Les Bleus kini kokoh di puncak klasemen grup dengan kemenangan kedua mereka.
Penyerang Irak, Ali Al-Hamadi, menjadi saksi langsung keganasan Mbappe. Ia mengaku timnya kesulitan bangkit setelah kebobolan.
"Anda melihat satu momen magis dari salah satu pemain terbaik di dunia," kata Al-Hamadi kepada Reuters. "Dan setelah itu kami harus masuk ke ruang ganti dan menunggu selama satu setengah jam. Sangat sulit untuk kembali ke lapangan dan mempertahankan intensitas yang sama saat menghadapi para pemain hebat ini."
Al-Hamadi menambahkan bahwa timnya melakukan terlalu banyak kesalahan setelah jeda. Ia menyebut tekanan dari pemain sekelas Mbappe membuat konsentrasi Irak buyar sepanjang pertandingan.
Dengan usia baru 27 tahun, Mbappe masih berpeluang memecahkan rekor gol terbanyak Piala Dunia. Saat ini ia sejajar dengan Klose di posisi puncak, dan masih memiliki sisa pertandingan di Piala Dunia 2026.
Prancis selanjutnya akan menghadapi lawan berikutnya di fase grup. Jika konsisten, bukan tidak mungkin Mbappe akan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia seorang diri.