BENGKULU — KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, mengaku terkesan dengan kehangatan dan kekompakan pengurus NU di Provinsi Bengkulu. Hal itu diungkapkannya saat berkunjung ke Bengkulu untuk bersilaturahmi dengan PWNU dan PCNU setempat.
"Soliditas teman-teman di Bengkulu ini luar biasa. Saya rasa ini bisa menjadi teladan bagi PBNU,” kata Gus Salam dalam pertemuan tersebut, Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungannya, Gus Salam menyoroti nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang melekat pada masyarakat Bengkulu. Ia mencontohkan prinsip hidup tersebut bahkan diabadikan dalam lirik lagu daerah Bengkulu Selatan berjudul "Sekundang Setungguan".
"Masyarakat Bengkulu dikenal menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan. Ini modal sosial yang sangat kuat bagi NU untuk terus berkontribusi,” imbuhnya.
Rangkaian kunjungan diawali dengan pertemuan bersama Katib PWNU Bengkulu, KH Aly Shodiq. Gus Salam kemudian melanjutkan silaturahmi dengan Rais PWNU Bengkulu, KH Hasbullah Achmad, dan Ketua PWNU Bengkulu, KH Khairudin Wahid.
Kehadiran Gus Salam di Bengkulu menjadi pengakuan atas eksistensi NU yang telah mengakar di tengah masyarakat selama 63 tahun. Ormas Islam terbesar di Indonesia ini dinilai telah menyatu dengan nilai-nilai lokal yang ada di Bumi Raflesia.
Gus Salam mengungkapkan rasa senangnya bisa merasakan langsung kehangatan para pengurus NU se-provinsi Bengkulu. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.