REJANG LEBONG — Wakil Gubernur Bengkulu Mian menggelar rapat terbatas bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di kantor bupati setempat, Senin siang. Pertemuan itu membahas percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut yang menjadi prioritas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso memaparkan dua kegiatan utama yang akan dikerjakan pada 2026 di Rejang Lebong. Pertama, penanganan longsor di ruas Beringin Tiga–Bengko dengan anggaran Rp 5 miliar yang saat ini sudah masuk proses lelang.
Kedua, peningkatan Jalan Curup–Air Dingin yang dianggarkan lebih dari Rp 5 miliar. "Untuk kegiatan 2026, Jalan Curup–Air Dingin dianggarkan lebih dari Rp5 miliar. Kemudian penanganan longsor di ruas Beringin Tiga–Bengko sebesar Rp5 miliar dan saat ini sedang dalam proses lelang," jelas Tejo.
Wagub Mian menyebut sejumlah ruas jalan provinsi di Rejang Lebong sudah mulai dikerjakan sejak tahun lalu. Salah satu titik yang mendapat intervensi adalah Jalan Apur dan beberapa ruas lainnya.
"Insy?Allah, proses awal pada 2025 di Kabupaten Rejang Lebong sudah banyak diintervensi, khususnya di Jalan Apur dan sejumlah titik lainnya. Penyelesaian pada 2027 nanti, insy?Allah kita tuntaskan," ujar Mian.
Pemerintah provinsi menargetkan seluruh jalan kewenangan provinsi tuntas dan dalam kondisi baik pada 2028. Mian menegaskan pembangunan harus merata di semua kabupaten tanpa ada yang dibeda-bedakan.
Tejo menambahkan, pelaksanaan pembangunan jalan masih menyesuaikan kondisi harga minyak industri yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Hal itu menjadi salah satu faktor yang diantisipasi dalam proses penganggaran dan lelang proyek.
Rapat tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Rejang Lebong. Wagub Mian berharap koordinasi antara provinsi dan kabupaten terus berjalan lancar agar target 2028 bisa tercapai.