KEPAHIANG — Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, melepas secara resmi 10 kafilah utusan daerah yang akan bertanding di ajang MTQ ke-XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu. Prosesi pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Kepahiang pada Senin (11/5/2026).
Para peserta akan bersaing di berbagai cabang, mulai dari Tilawah, Hafalan Al-Qur’an, hingga Cabang Hiasan Mushaf. Mereka bukan peserta sembarangan: seluruh kafilah telah melalui tahap penjaringan ketat dan mengikuti pelatihan intensif sebelum diberangkatkan.
Keistimewaan kontingen tahun ini adalah keikutsertaan dua peserta dari kalangan penyandang disabilitas. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepahiang, Suryadi, menyebut langkah ini sebagai wujud nyata pemerintah daerah merangkul seluruh kalangan masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan.
“Ini bentuk komitmen pemda agar tidak ada warga yang tertinggal, terutama yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang Al-Qur'an,” ujar Suryadi.
Dalam sambutannya, Bupati Zurdi Nata berharap seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia menekankan bahwa para kafilah membawa nama baik Kabupaten Kepahiang di kancah Provinsi Bengkulu.
“Saya berharap seluruh peserta dapat tampil secara maksimal, profesional, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Semoga kalian mampu meraih prestasi terbaik serta berhasil mengharumkan nama baik Kabupaten Kepahiang,” kata Zurdi Nata saat melepas kontingen.
Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang, Imam Ghazali, serta para Asisten Sekretariat Daerah dalam prosesi pelepasan tersebut.
MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu merupakan agenda tahunan bergengsi yang mempertemukan qori, qoriah, dan penghafal Al-Qur’an terbaik dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Tahun ini, Kabupaten Seluma dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.
Pemerintah Kabupaten Seluma telah menyiapkan arena perlombaan, tempat latihan, hingga akomodasi dan konsumsi bagi seluruh peserta dan official yang datang dari berbagai daerah. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antardaerah sekaligus memperkuat syiar Islam di Bengkulu.