Operator kompetisi I.League resmi memindahkan lokasi pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung ke Stadion Segiri, Samarinda. Keputusan ini diambil lantaran faktor keamanan di Jakarta yang bertepatan dengan rangkaian agenda massa di ibu kota pada awal Mei 2026.
Kepastian pemindahan markas bertanding ini dikonfirmasi melalui Circular #55 tentang Penyesuaian Venue Kompetisi Super League 2025/2026 yang diterbitkan pada Rabu, 6 Mei 2026. Duel klasik yang semula dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) tersebut kini dipastikan bergeser ke Kalimantan Timur pada Minggu (10/5).
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, menjelaskan bahwa keputusan memindahkan laga besar ini tidak lepas dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian. Kondisi Jakarta yang sedang padat dengan berbagai agenda massa menjadi pertimbangan utama mengapa izin keramaian sulit diterbitkan untuk laga berisiko tinggi.
"Teman-teman juga melihat salah satu namanya ada beberapa runtutan yang ada di Jakarta ini mulai dari May Day, ada Hari Buruh dan sebagainya," ujar Ferry Paulus saat memberikan keterangan di Gedung Baintelkam Mabes Polri, Rabu (6/5).
Situasi ini memaksa operator liga mencari lokasi alternatif yang representatif agar kompetisi tetap berjalan sesuai jadwal. Stadion Segiri di Samarinda akhirnya dipilih sebagai medan tempur baru bagi Macan Kemayoran dan Maung Bandung di pengujung musim ini.
Manajemen Persib Bandung segera memberikan respons terkait perubahan mendadak ini. Melalui PT Persib Bandung Bermartabat, klub kebanggaan Jawa Barat tersebut menyatakan kepatuhannya terhadap regulasi dan penyesuaian yang dilakukan oleh I.League demi kelancaran kompetisi secara menyeluruh.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Persib memposisikan diri sebagai klub profesional yang siap bermain di mana saja sesuai dengan ketetapan penyelenggara.
"Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh I.League terkait penyesuaian venue pertandingan. Kami memahami keputusan tersebut diambil melalui koordinasi bersama berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan kompetisi secara menyeluruh," kata Adhitia.
Adhitia juga menepis spekulasi mengenai adanya keterlibatan klub dalam penentuan lokasi stadion. Menurutnya, wewenang penuh berada di tangan operator liga dan Persib hanya bertugas mengikuti jadwal yang sudah disesuaikan secara resmi melalui surat edaran.
"Kami tidak pernah mengintervensi proses maupun keputusan yang menjadi otoritas operator liga. Bagi Persib, pertandingan adalah bagian dari profesionalisme. Kami selalu siap bertanding di stadion mana pun dan akan selalu menghormati serta menaati seluruh regulasi maupun keputusan yang ditetapkan operator liga," ucapnya menambahkan.
Laga ini menjadi krusial bagi kedua tim di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Meski harus menempuh perjalanan jauh ke Samarinda, kedua kubu diharapkan tetap menyajikan tensi tinggi pertandingan mengingat rivalitas panjang yang menyelimuti pertemuan Persija dan Persib.