BENGKULU — TechCrunch Founder Summit 2026 resmi dibuka di SoWa Power Station, Boston, dengan pendaftaran peserta dimulai pukul 09.00 waktu setempat. Harga tiket diskon senilai hingga USD 100 plus tiket kedua gratis berakhir tepat saat pintu acara dibuka. Konferensi sehari ini menyasar founder, investor, dan operator startup yang ingin mempercepat skala bisnis.
Peserta yang belum mendaftar masih bisa mengikuti rangkaian acara TechCrunch Founder Summit 2026 dengan membeli tiket di lokasi. Penyelenggara menutup seluruh skema potongan harga begitu sesi registrasi dimulai, sehingga tarif penuh berlaku untuk pembelian setelah pukul 09.00 ET.
Agenda hari ini dibagi ke dalam beberapa zona aktivitas yang berjalan paralel sepanjang hari. Registrasi dan Expo Hall dibuka pukul 09.00–16.30 ET, sementara Networking Lounge yang didukung aplikasi Braindate beroperasi pukul 09.30–16.30 ET.
Apa yang Dibahas di Sesi Breakout
Sesi breakout berlangsung pukul 10.00–16.30 ET dan dibagi ke dua panggung, Build Stage serta Impact Stage. Materi mencakup strategi distribusi, tren pendanaan, peluang AI, hingga cara menyusun pitch yang layak dilanjutkan ke percakapan berikutnya.
Di Build Stage, Hunter Worland dari NEA membawakan sesi bertajuk "The Next Startup Advantage: Distribution Beats Technology". Sesi tren pendanaan menghadirkan Kristen Craft (Fidelity Private Shares), Jennifer Neundorfer (January Ventures), dan Darren Ross (The.Team).
Amulya Vishwanath dari Techable Ventures mengisi sesi "The Next AI Opportunity: What Hasn't Been Built Yet?". Dave Balter dari True Ventures tampil dua kali, yakni pada sesi pitch dan panel "So You Think You Can Pitch?" bersama perwakilan FirstGlance, PollSee, PitchIN, Define Ventures, dan Maveron.
AMA hingga Strategi Founder Boston
Impact Stage menampilkan sesi tanya jawab interaktif bersama Steve Fredette, co-founder Toast, soal membangun perusahaan yang bertahan lama. Rudina Seseri (Glasswing Ventures) membahas kapan waktunya scale-up dan kapan harus mengerem ekspansi.
Kent Bennett dari Bessemer Venture Partners mengupas cara menemukan product-market fit sebelum memperbesar operasi. Ada pula sesi "The Boston Founder Playbook" bersama Chase Garbarino (HqO) dan pembahasan sinyal tersembunyi penentu pemenang kategori dari Tina Tosukhowong (TDK Ventures).
Roundtable dan Topik Due Diligence
Sesi roundtable berjalan pukul 10.00–16.00 ET dengan kapasitas terbatas. Peserta diajak berdiskusi langsung bersama investor dan sesama founder dalam kelompok kecil, bukan mendengar presentasi satu arah.
Sembilan topik dijadwalkan, antara lain praktik terbaik data room untuk mengurangi friksi due diligence, strategi acara sebelum punya tim events penuh waktu, serta penerapan GraphRAG dengan knowledge graph untuk menekan halusinasi model AI.
Topik lain mencakup membangun brand bagi startup konsumen ramping, praktik pendanaan yang lebih ramah founder, hingga pertanyaan mendasar soal apa yang sebenarnya dihitung sebagai traction sebelum raising.
Penutup dan Jejaring Setelah Sesi
Closing Reception digelar pukul 16.30–18.30 ET sebagai penutup rangkaian. Forum ini mempertemukan founder, investor, dan pemimpin startup dalam suasana santai untuk membuka peluang kemitraan, rekrutmen, atau putaran pendanaan berikutnya.
TechCrunch Founder Summit 2026 memosisikan diri sebagai ajang taktik, bukan sekadar panggung bicara. Bagi ekosistem startup Indonesia, format serupa—sesi roundtable terbatas plus networking terstruktur—kerap jadi rujukan penyelenggara konferensi lokal yang ingin menghadirkan percakapan investor-founder lebih intens.