BENGKULU — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) membuka secara resmi seleksi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Bengkulu di Asrama Haji, Kota Bengkulu, Sabtu (2/5/2026). Agenda rutin tahunan ini diikuti oleh ratusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) dari seluruh kabupaten/kota di Bengkulu.
Dalam sambutannya, HNW menegaskan bahwa Bengkulu memiliki kedudukan historis yang sangat vital bagi Indonesia. Ia mengingatkan para peserta mengenai peran besar daerah ini dalam merajut kemerdekaan, terutama melalui sosok Fatmawati dan Bung Karno.
“Bengkulu bukan sekadar nama. Ini adalah provinsi yang merekatkan ingatan sejarah dan kebersamaan kita, baik dalam konteks lokal maupun nasional, terutama dalam perjuangan menghadirkan Indonesia merdeka,” ujar HNW di hadapan ratusan siswa.
Jejak Sejarah Bengkulu dan Penguatan Karakter Gen Z
Pelaksanaan LCC tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. HNW menilai kompetisi ini menjadi instrumen penting untuk menyegarkan kembali memori kolektif generasi muda terhadap fondasi bernegara. Target utamanya adalah generasi Z agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Program ini merupakan bagian dari mandat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan yang dijalankan MPR RI sejak era reformasi. Selain cerdas cermat, MPR juga menerapkan metode lain seperti pelatihan untuk tenaga pendidik, seminar, hingga kegiatan outbound bagi mahasiswa guna menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari metode dan strategi dari MPR untuk menyampaikan nilai-nilai Empat Pilar MPR kepada generasi muda/pelajar secara lebih menarik dan interaktif,” kata HNW menjelaskan fungsi strategis kegiatan tersebut.
Pemenang Bengkulu Akan Melaju ke Final Nasional di Jakarta
Para peserta yang berhasil meraih juara di tingkat provinsi akan mendapatkan tiket untuk bertanding di level nasional. Final LCC Empat Pilar tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 18 Agustus mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Konstitusi.
HNW optimistis perwakilan dari Bumi Rafflesia mampu bersaing di kancah nasional. Ia mendorong para pelajar untuk membuktikan bahwa pemuda daerah bisa menjadi pelopor di masa depan, sebagaimana tokoh-tokoh besar asal Bengkulu di masa lalu.
“Ini bukan hal yang mustahil. Generasi muda Bengkulu bisa melanjutkan sejarah besar daerahnya, menjadi pelopor dan juara, tidak hanya di masa lalu, tetapi juga di masa kini dan masa depan,” tuturnya menyemangati peserta.
Implementasi Pancasila dalam Program Sosial Daerah
Lebih lanjut, HNW menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti pada hafalan semata. Nilai-nilai tersebut harus diinternalisasi dalam perilaku sehari-hari, seperti ketaatan hukum dan kepedulian sosial.
Ia secara khusus mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dinilai selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Salah satu yang disorot adalah program kepedulian terhadap anak yatim yang telah berjalan di wilayah tersebut.
“Jika program ini berhasil, dan berhasil disebarluaskan, bisa menjadi tradisi baik yang diikuti oleh provinsi lain. Ini bagian dari implementasi nyata nilai-nilai kebangsaan yang langsung menjadi solusi permasalahan bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan pembukaan diakhiri dengan dialog interaktif antara Wakil Ketua MPR dan para siswa. HNW berharap kompetisi ini melahirkan generasi yang memiliki wawasan kebangsaan luas dan siap menjaga kedaulatan serta kemakmuran Indonesia di masa depan.