Pencarian

Polda Bengkulu Investigasi Khusus Kematian Dua Gajah di Air Teramang

Minggu, 03 Mei 2026 • 11:14:41 WIB
Polda Bengkulu Investigasi Khusus Kematian Dua Gajah di Air Teramang
Tim gabungan Polda Bengkulu dan BKSDA melakukan olah TKP di lokasi penemuan dua bangkai gajah Sumatera di Air Teramang.

MUKOMUKO — Polda Bengkulu bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menggelar investigasi khusus terkait temuan dua bangkai gajah sumatera di kawasan Hutan Produksi (HP) Air Teramang. Langkah ini diambil sebagai respons serius atas kematian satwa dilindungi yang statusnya kian terancam punah akibat kerusakan ekosistem.

Penyelidikan intensif tersebut melibatkan jajaran Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Polres Mukomuko, hingga personel polsek setempat. Tim dokter hewan juga dikerahkan ke lokasi untuk melakukan prosedur nekropsi guna mengidentifikasi adanya kejanggalan pada kematian satwa berbelalai tersebut.

Tim Gabungan Gelar Olah TKP di Hutan Produksi

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Mirza Gunawan menyatakan bahwa investigasi ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi satwa liar. Petugas telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh di titik penemuan bangkai.

"Investigasi khusus yang kita lakukan, disertai dengan penyelidikan," tegas Mirza saat memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus di lapangan.

Dalam prosesnya, Polda Bengkulu tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta tim ahli dari BKSDA untuk memastikan setiap bukti di lapangan terdokumentasi dengan akurat. Upaya terpadu ini diharapkan mampu memberikan gambaran terang terkait kronologi sebelum kedua gajah tersebut ditemukan mati.

Hasil Nekropsi dan Uji Laboratorium Organ Dalam

Meskipun bangkai gajah telah diperiksa secara fisik, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan final. Tim dokter hewan telah mengambil sejumlah sampel organ dalam dari kedua bangkai gajah tersebut untuk dianalisis secara mendalam di laboratorium.

“Hanya saja untuk sementara ini penyebab kematian belum bisa disimpulkan, karena masih harus menunggu hasil uji lab," jelas Mirza.

Berdasarkan pemeriksaan fisik awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya luka akibat benda tajam maupun bekas hantaman benda tumpul pada tubuh kedua gajah. Namun, Mirza mengingatkan bahwa ketiadaan luka luar bukan berarti tidak ada faktor eksternal yang memicu kematian.

"Tapi itu masih kesimpulan sementara. Karena saat proses pemeriksaan bangkai kedua ekor gajah itu, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tajam ataupun benda tumpul lainnya," tambahnya.

Ancaman Kepunahan Gajah Sumatera di Bengkulu

Kematian dua gajah di kawasan Air Teramang ini menambah daftar panjang ancaman terhadap populasi Gajah Sumatera di wilayah Bengkulu. Perubahan fungsi hutan menjadi lahan perkebunan serta fragmentasi habitat seringkali memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Polda Bengkulu memastikan akan terus mengawal hasil uji laboratorium untuk melihat kemungkinan adanya unsur kesengajaan, seperti peracunan atau tindakan ilegal lainnya. Perlindungan terhadap habitat gajah di kawasan Hutan Produksi kini menjadi fokus perhatian lintas instansi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Saat ini, area penemuan bangkai telah dipantau secara berkala oleh tim BKSDA. Polisi mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan hutan yang dapat mengancam keselamatan satwa dilindungi.

Bagikan
Sumber: radarutara.disway.id

Berita Terkini

Indeks