Pencarian

Penerbangan Garuda di Bengkulu Minim Penumpang, Direktur Teknik Ungkap Kendala Bisnis

Minggu, 08 Maret 2026 • 00:24:05 WIB
RE
AN
Redaksi | Editor: Andi Ahmad
Penerbangan Garuda di Bengkulu Minim Penumpang, Direktur Teknik Ungkap Kendala Bisnis
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melakukan kunjungan ke kantor pusat Garuda Indonesia untuk membahas kelanjutan rute penerbangan.

BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengambil langkah cepat menyikapi isu penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia dari dan menuju Bumi Merah Putih. Gubernur mendatangi langsung Kantor Pusat Garuda Indonesia di Garuda Sentra Operasi (GSO) Tangerang, Banten, pada Rabu (4/3/2026) untuk membahas keberlanjutan rute tersebut.

Langkah ini diambil setelah beredar kabar bahwa maskapai pelat merah tersebut berencana menutup layanan penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno dalam waktu dekat akibat minimnya keterisian penumpang.

Upaya Mempertahankan Konektivitas Daerah

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa keberadaan Garuda Indonesia sangat krusial bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berkomitmen untuk merangkul seluruh elemen guna memberikan dukungan konkret.

"Pemerintah daerah bersama Forkopimda, bupati, wali kota, hingga pelaku usaha akan berkoordinasi untuk memastikan Garuda Indonesia tetap hadir di Bengkulu. Kami ingin maskapai nasional ini terus melayani masyarakat kita," ujar Helmi, Kamis (5/3/2026).

Kendala Bisnis dan Rendahnya Okupansi

Di sisi lain, Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa rencana penghentian operasional ini murni didasari faktor bisnis. Hingga saat ini, rute Bengkulu dinilai belum mencapai target jumlah penumpang yang diharapkan.

"Tingkat keterisian penumpang yang masih rendah berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi perusahaan. Namun, kami sangat mengapresiasi perhatian Gubernur dan membuka ruang sinergi untuk mencari solusi terbaik," jelas Mukhtaris.

Simpang Siur Jadwal Penerbangan Terakhir

Kabar mengenai penutupan rute ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Muncul dua versi tanggal penghentian sementara operasional Garuda di Bengkulu, yakni pada 23 Maret 2026 dan laporan lain yang menyebutkan pada 28 Maret 2026.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap melalui diskusi intensif ini, ditemukan skema kerja sama yang saling menguntungkan sehingga masyarakat tetap dapat menikmati layanan penerbangan premium dari maskapai nasional tersebut.

Bagikan

Berita Terkini

Indeks