BAPPISUS Minta PLN Susun Rencana Listrik Realistis, Ini Penekanannya

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Jumat, 06 November 2026 | 10:05:01 WIB
Kepala BAPPISUS Aris Marsudiyanto memberikan arahan strategis kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT PLN di Auditorium PLN Pusat, Jakarta.

BENGKULU — Kepala BAPPISUS Aris Marsudiyanto meminta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT PLN (Persero) menyusun rencana pengembangan ketenagalistrikan yang realistis dan bisa dieksekusi, dalam arahan strategis di Auditorium PLN Pusat, Jakarta, Kamis (5/11). Penekanan itu muncul saat kebutuhan kapasitas listrik nasional diproyeksi melonjak dalam beberapa tahun ke depan. Arahan tersebut menyentuh langsung soal pendanaan, pasokan energi, hingga keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

Paragraf pembuka: Forum di Auditorium PLN Pusat itu mempertemukan BAPPISUS dengan Dewan Komisaris, Direksi PLN, serta seluruh jajaran PLN Group. Tujuannya menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan pelaksanaan program dan kegiatan operasional perusahaan. Aris Marsudiyanto hadir langsung memberikan arahan kepada manajemen puncak PLN.

Empat Syarat di Balik Target Kapasitas Listrik

Aris menegaskan kebutuhan pengembangan kapasitas ketenagalistrikan dalam beberapa tahun mendatang sangat besar. Karena itu, setiap rencana mesti mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan pendanaan, ketersediaan sumber energi, dan kemampuan implementasi.

Perencanaan yang realistis dan terukur dinilai jadi kunci agar target pengembangan tercapai tanpa mengorbankan keberlanjutan operasional perusahaan. Ia juga mengingatkan PLN memikul dua tanggung jawab sekaligus: melayani publik dengan listrik terjangkau dan menjaga usaha tetap tumbuh.

"Perencanaan harus disusun secara realistis dan dapat dilaksanakan. Setiap target perlu memperhitungkan kesiapan pendanaan, ketersediaan sumber energi, serta kemampuan pelaksanaannya agar dapat dipertanggungjawabkan," kata Aris.

BAPPISUS Buka Jalur Koordinasi Lintas Kementerian

Aris mendorong jajaran PLN terbuka menyampaikan persoalan operasional maupun hambatan kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Menurut dia, BAPPISUS mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi untuk mengurai persoalan tersebut.

Dengan cara itu, hambatan yang butuh dukungan lintas kementerian dan lembaga bisa segera ditindaklanjuti. Ia meminta persoalan tidak dibiarkan berlarut-larut hingga mengganggu pelaksanaan program.

"Kita kedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Apabila terdapat persoalan, sampaikan agar dapat dibahas dan dicarikan jalan keluarnya bersama. Jangan sampai hambatan yang sebenarnya dapat dikoordinasikan justru berlarut-larut dan mengganggu pelaksanaan program," lanjut Aris.

Keandalan Sistem Jadi Prioritas Transformasi PLN

Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menyampaikan apresiasi atas arahan tersebut. Ia menyebut PLN sedang menjalankan transformasi bisnis dengan keandalan sistem ketenagalistrikan sebagai prioritas utama, sembari memastikan tarif listrik tetap terjangkau.

Menghadapi transisi energi, PLN menjaga keseimbangan bauran energi. Target pengembangan energi bersih tetap dihitung dengan mempertimbangkan biaya dan kemampuan pasokan.

"Bagi PLN, keandalan sistem adalah hal yang utama. Kami akan memastikan bahwa transisi menuju energi bersih dilaksanakan dengan mempertimbangkan keseimbangan bauran energi, sehingga upaya kami dalam mencapai kedaulatan energi tetap sejalan dengan keterjangkauan biaya listrik bagi masyarakat," jelas Suroso.

Suroso juga menyampaikan PLN membutuhkan bimbingan Kepala BAPPISUS agar perusahaan terus memperbaiki diri dan menjalankan arahan Presiden secara optimal. Seluruh jajaran PLN Group, termasuk Dewan Komisaris, Direksi, subholding, dan anak perusahaan, diminta bekerja dengan semangat yang sama mendukung agenda pembangunan nasional.

Ujian Berikutnya: Eksekusi Program Prioritas

Pertemuan itu diharapkan memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam pengawasan, pengendalian, serta pemantauan program strategis pemerintah di sektor ketenagalistrikan. Forum tersebut juga menjadi ruang mengidentifikasi isu strategis, tantangan peningkatan keandalan listrik, dan hambatan program prioritas Presiden yang butuh koordinasi lintas instansi.

BAPPISUS menegaskan komitmen mendukung Presiden melalui fungsi pengawasan, pengendalian, pemantauan, dan investigasi terhadap pelaksanaan program pembangunan nasional. Sektor ketenagalistrikan diharapkan menjalankan peran strategisnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Penutup: Bagi PLN, arahan ini menambah tekanan untuk membuktikan rencana pengembangan kapasitas bisa dieksekusi, bukan sekadar tersaji di atas kertas. Keandalan pasokan dan harga listrik yang terjangkau akan menjadi ukuran paling kasat mata di mata pelanggan.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top