Inflasi Bengkulu Oktober 2026 Capai 3,72 Persen, Mukomuko Tertinggi 5 Persen

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 05 November 2026 | 12:45:31 WIB
Inflasi tahunan Provinsi Bengkulu pada Oktober 2026 tercatat 3,72 persen dengan kenaikan terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,14 persen.

BENGKULU — Seluruh kelompok pengeluaran di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan indeks harga dibandingkan Oktober 2025. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan terbesar 5,14 persen, disusul transportasi 5,13 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,04 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Bengkulu Sahranudin menyebut inflasi tahunan itu dipengaruhi kenaikan harga pada semua komponen penghitungan. "Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau," ujarnya.

Mukomuko Melampaui Rata-rata Provinsi

Kabupaten Mukomuko mencatat IHK 114,00 dengan inflasi 5,00 persen, sekitar 1,28 poin persen di atas angka provinsi. Kota Bengkulu bergerak lebih landai dengan IHK 111,90 dan inflasi 3,29 persen.

Selisih itu membuat Mukomuko menjadi satu-satunya wilayah yang menembus batas 5 persen di provinsi tersebut.

Rekreasi dan Restoran Ikut Naik

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 4,61 persen. Penyediaan makanan dan minuman atau restoran menyusul 3,94 persen, lalu perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,78 persen.

Kenaikan lebih kecil terjadi pada pakaian dan alas kaki 1,70 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,67 persen, serta pendidikan 1,22 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 1,15 persen. Kesehatan menjadi kelompok dengan kenaikan paling tipis, 0,36 persen.

Inflasi Bulanan 0,51 Persen

Secara bulanan, Bengkulu mengalami inflasi 0,51 persen pada Oktober 2026 dibandingkan September. Inflasi tahun kalender hingga Oktober tercatat 3,23 persen.

Angka tahunan 3,72 persen menempatkan Bengkulu di atas sasaran inflasi nasional yang lazim dijaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen. BPS provinsi belum merinci komoditas penyumbang utama di tingkat kabupaten dan kota.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: ewarta.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top