BENGKULU — Kota Luowang di Zhaotong, Provinsi Yunnan, China, mendadak jadi tujuan ribuan pelancong setelah undangan pernikahan Xu Chenghong (24) dan Luo Chui viral di Douyin. Pernikahan digelar 30 Oktober 2026, dan hotel serta penginapan di sekitar lokasi tercatat terisi hingga 100 persen pada 28-30 Oktober 2026. Fenomena ini mengubah pesta sederhana menjadi lonjakan wisata yang menguntungkan warga lokal.
Xu Chenghong menghabiskan waktu bertahun-tahun mengumpulkan tabungan hingga 160 ribu yuan atau sekitar Rp 436 juta untuk membiayai pernikahannya. Pria 24 tahun itu tumbuh dengan dukungan keluarga yang terbatas, sehingga meja jamuan yang sudah dipesan terasa terlalu banyak untuk kerabat dan teman yang ia miliki.
Jelang hari pernikahan, Xu memilih jalan yang jarang diambil orang: membuka undangan bagi siapa saja lewat akun Douyin-nya. Undangan itu menyebar cepat, dan ribuan orang yang belum pernah mengenalnya memutuskan berangkat ke Luowang.
The Beijing News melaporkan bahwa respons publik berangkat dari empati. Banyak orang tergerak hadir bukan karena mengenal pasangan tersebut, melainkan ingin menjadi bagian dari perayaan mereka.
Perkiraan jumlah tamu yang datang mencapai sekitar 20 ribu orang dari berbagai daerah. Angka itu jauh melampaui kapasitas jamuan mana pun yang direncanakan Xu dan Luo Chui.
Kepadatan lalu lintas sempat meningkat dan kebutuhan pengamanan bertambah. Meski begitu, Luowang menanggung dampaknya dari sisi yang lebih menguntungkan.
Red Star News mencatat tingkat keterisian hotel dan penginapan di sekitar lokasi mencapai 100 persen pada 28-30 Oktober 2026. Restoran dan warung makan ikut kebanjiran pesanan.
Omzet usaha kecil setempat disebut menyamai periode libur Tahun Baru Imlek, momen belanja paling ramai bagi banyak kota di China. Sektor perhotelan, kuliner, dan dagang kecil menikmati berkah yang tidak pernah masuk hitungan panitia pernikahan.
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Zhaotong, Zhang Mai, mendatangi langsung kediaman Xu untuk membahas pelayanan bagi tamu dari luar daerah. Sebanyak 11 kabupaten dan distrik di sekitar Zhaotong dilibatkan menawarkan tiket diskon ke sejumlah objek wisata.
Pemerintah daerah juga mempromosikan produk unggulan setempat, antara lain apel lokal dan herbal tianma. Langkah itu mengubah keramaian tamu pernikahan menjadi ajang promosi wisata yang terorganisasi.
"Tamu yang datang dari jauh untuk menghadiri pernikahan ini adalah tamu bagi seluruh komunitas warga lokal. Kita harus memastikan mereka mendapatkan pengalaman yang berkesan," kata Zhang Mai, dikutip dari Jimu News.
Zhaotong berada di kawasan bersejarah Jalur Sutra Selatan, jalur dagang kuno yang menghubungkan China barat daya dengan Asia Tenggara. Bentang alamnya berupa ngarai dan pegunungan, cocok bagi pelancong yang mencari rute darat di luar kota-kota besar Yunnan.
Bagi traveler Indonesia yang merencanakan perjalanan ke Yunnan, Zhaotong bukan tujuan utama seperti Kunming atau Dali. Namun fenomena Luowang menunjukkan bahwa kota kecil di jalur ini bisa menawarkan pengalaman budaya yang tidak ditemukan di pusat wisata.
Informasi rute, akomodasi, dan tiket objek wisata di Zhaotong sebaiknya dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat sebelum berangkat, mengingat lonjakan kunjungan bisa mengubah ketersediaan kamar dan harga.
Durasi ideal untuk menjelajah Zhaotong adalah tiga sampai empat hari, cukup untuk menyusuri ngarai, mencicipi apel lokal, dan menyerap suasana kota kecil di jalur sutra yang kini dikenal karena satu undangan pernikahan.