BENGKULU — Kunjungan itu menyasar warga lanjut usia dan mereka yang hidup dengan keterbatasan kesehatan. Tiga paket sembako disalurkan, tetapi pimpinan BAZNAS memilih berlama-lama di rumah penerima untuk menyapa dan mendengarkan cerita mereka.
Di rumah Nenek Rohana, Yulkamra tidak langsung pergi usai menyerahkan bantuan. Ia duduk dan mengajak perempuan berusia 99 tahun itu berbincang soal kesabaran, rasa syukur, dan semangat menjalani masa lanjut usia.
Yulkamra menyampaikan bahwa usia panjang patut disyukuri dan dijalani dengan ketabahan. Ia juga mendorong Nenek Rohana tetap merasa bahagia.
"Mak Rohana sehat-sehat ya, Mak. Umur panjang Mak ini adalah berkah. Tetap semangat, Allah sayang sama Mak," ujar Yulkamra.
Sapaan penuh kekeluargaan itu disambut senyum lebar. Suasana sederhana di rumah tersebut menjadi lebih hangat setelah Nenek Rohana menerima perhatian langsung dari pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu.
Perhatian serupa diberikan kepada Nenek Siti dan Iman Idrus. Dalam pertemuan itu, Yulkamra menyampaikan pesan keagamaan sekaligus mengajak keduanya tetap tegar menghadapi tantangan kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang punya ujian masing-masing dan tidak sepatutnya kehilangan harapan saat berhadapan dengan kondisi sulit. Dukungan keluarga, lingkungan sekitar, dan kepedulian masyarakat dinilai penting untuk membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih baik.
"Mak Siti, Pak Iman, jangan kecil hati. Sakit dan keterbatasan ini adalah ujian, Allah angkat derajat. Kami dari BAZNAS akan selalu ada untuk rakyat," tuturnya.
Bagi penerima bantuan, kesempatan berbincang langsung menjadi pengalaman tersendiri. Mereka bukan hanya memperoleh bahan kebutuhan pokok, tetapi juga merasakan perhatian yang memberi penguatan emosional.
Salah satu anggota keluarga Nenek Siti mengungkapkan kebahagiaannya atas kunjungan tersebut. Kehadiran pimpinan BAZNAS membuat keluarganya merasa tidak sendirian menghadapi keadaan.
"Senang hati kami, Pak Ketua datang langsung, diajak ngobrol, dikasih semangat. Raso terhibur nian, dak kesepian lagi," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Bengkulu H. Adi Sukmono menjelaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian dari upaya pelayanan lembaganya. Menurut dia, pemberian bantuan harus disertai kepedulian agar manfaatnya dirasakan lebih menyeluruh.
Sembako memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima. Namun perhatian, komunikasi, dan dukungan moral juga punya arti penting, terutama bagi lansia maupun warga yang menghadapi persoalan kesehatan dan keterbatasan aktivitas.
"Kita ingin BAZNAS itu hadir sebagai keluarga. Bukan hanya memberi, tapi menguatkan hati mereka," kata Adi Sukmono.
Pendekatan itu menegaskan pentingnya pengelolaan zakat yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Selain mendistribusikan bantuan, lembaga zakat berperan membangun hubungan sosial yang lebih dekat dengan kelompok rentan.
Melalui kunjungan langsung, kebutuhan dan kondisi penerima bantuan dapat dilihat lebih dekat. Interaksi tersebut sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan keadaan yang mereka hadapi.
Kehadiran BAZNAS di lingkungan RT 8 Kelurahan Suka Merindu mendapat sambutan positif. Warga berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar masyarakat lanjut usia dan warga dengan gangguan kesehatan tetap terlayani.