BENGKULU — AC Milan menutup pekan kedelapan Serie A dengan catatan tujuh laga tanpa kekalahan setelah menekuk Atalanta 3-2 di San Siro. Kemenangan keempat musim ini menempatkan Rossoneri di peringkat empat dengan 15 poin, terpaut empat angka dari pemuncak sementara Lazio dan Inter Milan.
Ruben Amorim memimpin AC Milan melewati tujuh pertandingan pembuka Liga Italia tanpa sekali pun menelan kekalahan. Duel kontra Atalanta pada Minggu (18/10/2026) menjadi bukti terbaru ketangguhan Rossoneri, meski kemenangan 3-2 di San Siro itu tidak datang dengan cara yang mulus.
Tiga gol Milan lahir dari Goncalo Ramos, Adrien Rabiot, dan Mario Gila. Atalanta sempat memperkecil keadaan lewat Gianluca Gaetano dan Nikola Krstovic, tetapi tidak mampu menyamakan kedudukan hingga peluit panjang.
Milan tampak mengendalikan laga saat memimpin 3-0. Situasi berbalik setelah Atalanta mencetak gol pertama, dan Amorim mengakui timnya kehilangan fokus di fase akhir pertandingan.
Menurut pelatih asal Portugal itu, sejumlah keputusan buruk dalam proses membangun serangan membuka peluang bagi lawan. Amorim menyebut momen tersebut sebagai bahan evaluasi penting, bukan sekadar catatan hasil akhir.
"Tentu saja, hasil akhir adalah hal yang paling penting, tetapi kami juga harus menganalisis performa kami," aku Amorim kepada DAZN Italia dan Sky Sport Italia.
"Momentum pertandingan berubah drastis. Sebelum Atalanta mencetak gol, kami mengendalikan permainan dan justru lebih dekat untuk mencetak gol keempat daripada kebobolan gol pertama. Namun, beberapa keputusan buruk, terutama dalam proses membangun serangan, memberi mereka peluang, dan aspek inilah yang harus kami perbaiki," lanjutnya.
Kemenangan atas Atalanta melanjutkan tren positif Milan setelah menghajar RB Salzburg 4-0 di Liga Europa pada Kamis sebelumnya. Amorim merotasi banyak pemain dalam laga tandang itu, tetapi hasilnya tetap maksimal.
"Rotasi pemain sangat membantu kami; mereka semua bekerja dengan sangat keras. Tentu saja, butuh waktu mengubah cara kami melakukan pressing, tetapi kini kami lebih memahami kapan harus melakukan pressing. Segalanya terasa lebih mudah ketika para pemain berada di posisi yang tepat," jelas Amorim.
Amorim juga menyinggung laga melawan Sassuolo yang berakhir 1-1. Menurutnya, menit-menit akhir pertandingan tidak mengubah penilaian bahwa Milan menunjukkan peningkatan sebagai sebuah tim, dan justru memberi gambaran jelas soal pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
Dengan 15 poin dari tujuh laga, Milan tertahan di posisi keempat. AS Roma mengoleksi 17 poin, sementara Lazio dan Inter Milan sama-sama mengumpulkan 19 poin dan belum terkalahkan.
Jarak empat angka dari puncak klasemen sementara masih terlalu tipis untuk dianggap aman. Milan butuh konsistensi agar tidak kehilangan poin di laga-laga yang seharusnya bisa dimenangi.
Milan kembali bertanding di Liga Europa dengan bertamu ke markas Bournemouth pada Jumat (23/10) pukul 02.00 WIB. Tiga hari berselang, Rossoneri menantang Udinese di Serie A pada Senin (26/10) pukul 02.45 WIB.
Dua laga tandang beruntun itu akan menguji kedalaman skuad sekaligus membuktikan apakah rotasi ala Amorim mampu menjaga Milan tetap di jalur persaingan gelar.